Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Webinar menghadirkan Ms. Zhou Wenjuan sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai seni merangkai bunga (floral arrangement). Dalam pemaparannya, Ms. Zhou menjelaskan berbagai aspek penting dalam penyusunan rangkaian bunga, mulai dari prinsip dasar desain, pemilihan jenis dan karakteristik material, perpaduan warna, hingga teknik penyusunan bunga yang menghasilkan komposisi estetis, harmonis, dan bernilai seni tinggi.
Sebanyak 147 mahasiswa akan mengikuti kegiatan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan di kawasan Hutan Alam Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing, panitia, dan asisten lapangan dalam mempelajari berbagai aspek ekosistem hutan secara langsung, termasuk karakteristik vegetasi, keanekaragaman hayati, satwa liar, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, serta berbagai potensi sumber daya hutan yang terdapat di kawasan konservasi tersebut.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Kegiatan praktik ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kemungkinan kecelakaan atau kondisi darurat selama pelaksanaan P2EH. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mengikuti simulasi dan praktik yang dipandu oleh para pemateri.
Proses pengaspalan berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Setelah beberapa jam pascapelaksanaan, permukaan jalan pada jembatan telah dapat digunakan kembali dan akses menuju Kampus 2 Kwala Bekala kembali berfungsi secara normal.
Dalam pemaparannya, Yepta Jaya Sahputra Barus menjelaskan bahwa perdagangan karbon merupakan salah satu instrumen penting dalam pengendalian emisi gas rumah kaca yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia, seperti penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, dan degradasi hutan, telah memicu berbagai dampak lingkungan, mulai dari kenaikan suhu global hingga perubahan pola cuaca yang semakin ekstrem.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional pada tanggal 18–19 Juni 2026 di kawasan Taman Eden 100, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola kawasan konservasi, masyarakat lokal, dan mitra internasional dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International Conference on Bamboo, Forestry Resources, and Application (IC-BaFoRA) 2026 yang berlangsung pada Rabu (17/6) di Hotel Grandhika Medan dan diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan audiensi dari Yayasan Pelestari Ragam Hayati dan Cipta Fondasi Indonesia (PRCF Indonesia) pada Senin (15/6) di Fakultas Kehutanan USU. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Manfaatkan kesempatan Praktik Kerja Lapang ini untuk belajar secara langsung dari para praktisi dan pengelola lapangan. Serap ilmu sebanyak-banyaknya, jaga nama baik almamater, serta tunjukkan sikap profesional di mana pun kalian ditempatkan,” pesannya kepada seluruh peserta.
“Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai komponen ekosistem hutan secara langsung. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional sebagai calon rimbawan,” ujar Prof. Arida.