Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Keberhasilan melaju ke Grand Final menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan semangat mahasiswa Program Studi Kehutanan USU dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan. Prestasi ini juga mencerminkan peran pendidikan tinggi dalam mendorong generasi muda untuk menghasilkan gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki nilai dan dampak bagi lingkungan serta masyarakat.
Ia memperkenalkan lima tahapan strategis dalam manajemen komunikasi krisis, yaitu recognize, atau melakukan pengakuan secara cepat; respond with empathy, dengan mengedepankan empati; review independently, melalui evaluasi atau audit yang kredibel; reform systemically, melalui perbaikan sistem; serta rebuild narrative, dengan membangun kembali narasi berdasarkan tindakan perbaikan yang dilakukan.
Dalam arahannya, pimpinan rapat menekankan pentingnya koordinasi dan konsistensi seluruh pihak dalam memenuhi kebutuhan data akreditasi. Proses tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan USU untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Rapat tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut mahasiswa baru yang akan mengikuti kegiatan PKKMB pada 12–14 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan PKKMB berjalan secara terstruktur, edukatif, dan mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru Fakultas Kehutanan USU.
Pemeringkatan Webometrics dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juli. Dengan periode pemeringkatan berikutnya yang akan berlangsung pada Januari 2027, USU mulai mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan performa digital institusi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PKKMB, Said Mutholib, memaparkan berbagai aspek persiapan kegiatan, mulai dari susunan acara, pembagian tugas kepanitiaan, kesiapan materi pengenalan fakultas, hingga strategi pelaksanaan yang menekankan suasana pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan inspiratif.
Selain pembagian almamater, panitia juga menyampaikan berbagai informasi penting terkait pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), termasuk jadwal kegiatan dan perkenalan panitia yang akan mendampingi mahasiswa selama rangkaian orientasi berlangsung.
Survei dilakukan secara menyeluruh melalui pengukuran lahan, penentuan titik koordinat, serta penandaan batas wilayah sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan Taman KEHATI. Proses ini bertujuan memastikan ketepatan data spasial sehingga pengembangan kawasan dapat dilaksanakan secara terencana, efektif, dan sesuai dengan fungsi konservasi yang diharapkan.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas alternatif lokasi yang akan dikembangkan sebagai Taman Kehati. Secara keseluruhan, pembangunan Taman Kehati diproyeksikan membutuhkan lahan seluas sekitar 10 hektare agar mampu mendukung fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan pelestarian keanekaragaman hayati secara optimal.
Kegiatan survei bertujuan mengidentifikasi kondisi lapangan serta mempersiapkan pelaksanaan program penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Hasil survei akan menjadi dasar dalam menentukan aspek teknis pelaksanaan, sehingga kegiatan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.