> Berita > Fakultas Kehutanan USU Gelar Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026
Fakultas Kehutanan USU Gelar Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026
Dipublikasi Pada
15 Juni 2026
Dipublikasi Oleh
Ida Mallia Ginting Suka S.Hut
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU Gelar Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026
“Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai komponen ekosistem hutan secara langsung. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional sebagai calon rimbawan,” ujar Prof. Arida.
HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026 pada Senin (15/6) di Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU angkatan 2024 sebagai peserta praktik dan merupakan bagian dari persiapan akademik sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan.
Pembekalan P2EH dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Arida Susilowati, serta dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Tito Sucipto, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Dr. Luthfi Hakim, dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Dr. Anita Zaitunah. Kegiatan ini juga didukung oleh seluruh panitia pelaksana dan asisten lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama kegiatan praktik berlangsung.
Dalam sambutannya, Prof. Arida Susilowati menyampaikan sejumlah pesan dan arahan kepada seluruh peserta. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung, mengedepankan etika dan sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat maupun sesama peserta, serta menjaga nama baik almamater di setiap tempat pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, Prof. Arida mengajak mahasiswa untuk mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh agar mampu memahami materi yang disampaikan oleh para pemateri. Menurutnya, bekal pengetahuan yang diperoleh selama pembekalan akan menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa saat melakukan pengamatan dan pengumpulan data di lapangan.
“Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai komponen ekosistem hutan secara langsung. Oleh karena itu, manfaatkan kegiatan ini untuk belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional sebagai calon rimbawan,” ujar Prof. Arida.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dosen-dosen Fakultas Kehutanan USU. Berbagai materi disampaikan guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai aspek-aspek penting dalam ekosistem hutan dan teknik pengamatan lapangan. Materi yang diberikan meliputi analisis vegetasi, inventarisasi satwa liar, hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, konservasi flora dan fauna, serta ekowisata.
Melalui materi analisis vegetasi, mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai teknik identifikasi dan pengukuran komponen vegetasi hutan untuk memahami struktur dan komposisi suatu ekosistem. Materi inventarisasi satwa liar memberikan pemahaman mengenai metode pengamatan dan pencatatan keberadaan satwa di habitat alaminya. Sementara itu, materi hasil hutan bukan kayu memperkenalkan berbagai potensi sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa merusak fungsi ekologis hutan.
Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai jasa lingkungan yang dihasilkan oleh ekosistem hutan, seperti penyediaan air bersih, penyimpanan karbon, serta perlindungan keanekaragaman hayati. Selain itu, materi konservasi flora dan fauna memberikan pemahaman tentang pentingnya upaya perlindungan spesies dan habitat, sedangkan materi ekowisata memperkenalkan konsep pemanfaatan kawasan hutan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti ujian pembekalan yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi ini diharapkan dapat memastikan kesiapan peserta sebelum melaksanakan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan di lapangan.
Melalui kegiatan Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan Tahun 2026, Fakultas Kehutanan USU berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam memahami berbagai aspek ekosistem hutan secara menyeluruh. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesional sebagai calon pengelola sumber daya hutan yang berwawasan konservasi dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan Pembekalan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026 sejalan dengan pencapaian SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya dalam upaya menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang. Melalui pembekalan yang komprehensif sebelum pelaksanaan praktik lapangan, mahasiswa memperoleh pengetahuan teoritis sekaligus keterampilan teknis yang relevan dengan bidang kehutanan. Materi yang mencakup analisis vegetasi, inventarisasi satwa liar, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, konservasi flora dan fauna, serta ekowisata memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran terhadap pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Fakultas Kehutanan USU turut berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan di sektor kehutanan.