HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kegiatan Pra Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (Pra P2EH) pada tanggal 22–23 Juni 2026 di lingkungan Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk persiapan bagi mahasiswa sebelum mengikuti Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH), sehingga mereka memiliki bekal pengetahuan, keterampilan teknis, serta kesiapan fisik selama berada di lapangan.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang disampaikan langsung oleh Tim Bantuan Medis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran USU. Dalam sesi tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah dasar penanganan kondisi darurat yang berpotensi terjadi selama kegiatan praktik di lapangan. Tidak hanya menerima materi secara teoritis, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Kegiatan praktik ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kemungkinan kecelakaan atau kondisi darurat selama pelaksanaan P2EH. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat mengikuti simulasi dan praktik yang dipandu oleh para pemateri.

Setelah sesi penanganan gawat darurat, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan tali-temali yang dibawakan oleh Tim Rimbapala Fakultas Kehutanan USU. Dalam pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai jenis simpul dan teknik penggunaan tali yang sering diterapkan dalam kegiatan lapangan dan eksplorasi hutan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan tandu darurat, yang merupakan salah satu keterampilan penting dalam situasi evakuasi di kawasan hutan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diajarkan cara memanfaatkan peralatan sederhana yang tersedia di lapangan untuk membuat tandu yang dapat digunakan dalam proses penyelamatan korban. Pelatihan tali-temali dan pembuatan tandu darurat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan keselamatan dan kesiapan selama melaksanakan praktik di kawasan hutan.

Memasuki hari kedua, kegiatan Pra P2EH difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengamatan ekosistem hutan. Pelatihan dilaksanakan di Arboretum Universitas Sumatera Utara, yang menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa untuk mempraktikkan berbagai metode pengamatan lapangan. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan pelatihan analisis vegetasi, yang mencakup teknik pengukuran dan pengamatan komponen penyusun vegetasi sebagai bagian dari kegiatan inventarisasi sumber daya hutan.

Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan pemasangan kamera trap (camera trap) di kawasan Arboretum USU sebagai salah satu metode pemantauan satwa liar yang banyak digunakan dalam kegiatan penelitian dan konservasi. Mahasiswa diperkenalkan dengan teknik pemasangan, penentuan lokasi yang strategis, hingga pengoperasian perangkat untuk memperoleh data yang optimal selama kegiatan lapangan. Melalui praktik langsung di lapangan, peserta dapat memahami penerapan metode tersebut secara lebih efektif dan aplikatif.

Rangkaian kegiatan Pra P2EH kemudian ditutup dengan latihan kebugaran fisik yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan dan kesiapan jasmani mahasiswa sebelum melaksanakan praktik di lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting mengingat kondisi medan hutan yang menuntut kemampuan fisik yang baik selama proses pembelajaran berlangsung.
Secara keseluruhan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan Pra P2EH. Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan fisik yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan Tahun 2026.
Kegiatan Pra P2EH ini mencerminkan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan kehutanan, kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang aplikatif dan berbasis praktik, SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pembekalan keterampilan pertolongan pertama dan keselamatan lapangan, serta SDGs 15: Ekosistem Daratan, dengan membekali mahasiswa keterampilan yang relevan dalam pengelolaan, penelitian, dan konservasi ekosistem hutan secara berkelanjutan.