HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) secara resmi melepas keberangkatan 147 mahasiswa peserta Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026 pada Rabu (24/6) di Kampus USU 2 Kwala Bekala, Simalingkar. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman lapangan dan memahami secara langsung berbagai komponen ekosistem hutan di habitat alaminya.

Kegiatan pelepasan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, panitia pelaksana, dosen pendamping, serta para asisten lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan praktik. Kehadiran seluruh unsur pendukung tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam memastikan kegiatan pembelajaran lapangan berjalan dengan baik, aman, dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.

Acara diawali dengan persiapan keberangkatan seluruh peserta praktik yang akan melaksanakan kegiatan di kawasan Hutan Alam Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebelum diberangkatkan menuju lokasi praktik, sementara para panitia dan asisten lapangan melakukan koordinasi akhir guna memastikan seluruh kebutuhan dan perlengkapan kegiatan telah siap.

Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia P2EH sekaligus Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Fakultas Kehutanan USU, Dr. Luthfi Hakim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan berbagai pesan dan nasihat kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga kesehatan, keselamatan, etika, serta nama baik almamater selama menjalankan praktik lapangan.

“Praktik lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa kehutanan. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin, menjaga sikap dan perilaku, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di lapangan,” pesannya.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Fakultas Kehutanan USU, Dr. Tito Sucipto. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa P2EH merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa kehutanan karena memberikan kesempatan untuk menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan kondisi nyata di lapangan.

Dr. Tito berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani praktik dengan penuh tanggung jawab, menjaga kesehatan dan etika selama kegiatan berlangsung, serta memperoleh kelancaran dan perlindungan dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

“Jalankan praktik ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan pengalaman di lapangan sebagai sarana belajar yang berharga untuk memperluas wawasan dan memperkuat pemahaman terhadap ekosistem hutan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Pada akhir sambutannya, Dr. Tito secara resmi membuka dan melepas keberangkatan mahasiswa peserta Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan Tahun 2026. Setelah prosesi pelepasan, para mahasiswa yang telah berbaris dengan rapi kemudian membubarkan diri untuk melakukan persiapan akhir sebelum menuju bus yang telah disediakan. Para panitia dan asisten lapangan turut mendampingi proses keberangkatan guna memastikan seluruh peserta dapat berangkat dengan tertib dan sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ditentukan.

Sebanyak 147 mahasiswa akan mengikuti kegiatan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan di kawasan Hutan Alam Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing, panitia, dan asisten lapangan dalam mempelajari berbagai aspek ekosistem hutan secara langsung, termasuk karakteristik vegetasi, keanekaragaman hayati, satwa liar, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, serta berbagai potensi sumber daya hutan yang terdapat di kawasan konservasi tersebut.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan USU berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif, meningkatkan keterampilan observasi dan analisis lapangan, memperkuat kerja sama tim, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan dan pelestarian sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH) Tahun 2026 mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang memperkuat kompetensi akademik dan profesional mahasiswa. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 15: Ekosistem Daratan karena meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan dosen, panitia, dan asisten lapangan dalam mendampingi proses pembelajaran mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kolaboratif dan berkualitas untuk mendukung keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.