Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Sebagai bagian dari proses hilirisasi produk, tim Fakultas Kehutanan USU membantu penyempurnaan tampilan kemasan agar lebih modern, informatif, dan menarik bagi konsumen. Kemasan baru juga memuat identitas Universitas Sumatera Utara sebagai bentuk pendampingan akademik terhadap pengembangan produk masyarakat. Pembaruan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi Nandeta Sembur Pratahi sebagai produk herbal lokal yang memiliki daya saing di pasar.
Sebagai ajang silaturahmi, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Diskusi yang terjalin tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih intensif untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama di bidang kehutanan. Melalui sinergi antara akademisi, badan usaha milik negara, dan sektor industri, diharapkan tercipta kolaborasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Himsar Ambarita menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan perusahaan kehutanan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan regulasi, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Sebagai putra daerah yang memahami karakteristik sosial dan budaya kawasan Danau Toba, beliau menyarankan agar perusahaan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses penyusunan maupun pelaksanaan perizinan usaha, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, gereja, masyarakat adat, serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan. “saya rasa penting untuk melibatkan tokoh agama, dalah hal ini pihak gereja “ ujar Prof. Himsar.
Untuk Program Studi Sarjana (S-1) Kehutanan, Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si. resmi dilantik sebagai Ketua Program Studi S-1 Kehutanan periode 2026–2031, menggantikan Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng. yang telah menyelesaikan masa baktinya. Sementara itu, jabatan Sekretaris Program Studi S-1 Kehutanan diamanahkan kepada Dr. Deni Elfiati, S.P., M.P., menggantikan Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, Direktorat Keuangan menyampaikan sejumlah informasi strategis yang menjadi perhatian bersama, salah satunya terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Disampaikan bahwa proses peninjauan kembali UKT dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh universitas.
Selama tiga hari pelatihan, Muhammad Hadi Saputra membimbing mahasiswa dalam memahami konsep dasar hingga penerapan metode Maximum Entropy (MaxEnt) sebagai salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk memprediksi sebaran spesies berdasarkan data keberadaan organisme dan faktor-faktor lingkungan. Mahasiswa memperoleh materi mengenai pengolahan data, penggunaan variabel lingkungan, penyusunan model distribusi spesies, serta interpretasi hasil analisis yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian kehutanan dan konservasi.
Fakultas Kehutanan USU bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara membahas rencana pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di Arboretum Kampus 2 Kwala Bekala. Inisiatif ini diharapkan memperkuat fungsi pendidikan, penelitian, dan konservasi lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Sebanyak 145 mahasiswa akan melaksanakan P2EH selama sepuluh hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal berbagai karakteristik ekosistem hutan, memahami prinsip-prinsip konservasi, serta mengembangkan kemampuan observasi dan analisis di lapangan.
Fokus utama pembahasan dalam pertemuan ini adalah penyusunan dan validasi struktur tim pelaksana pembangunan Taman KEHATI. Pembentukan tim tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh proses pembangunan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi, efektif, dan sesuai dengan tujuan pengembangan kawasan konservasi di Kampus USU 2 Bekala.
Fakultas Kehutanan USU Terima Kunjungan Green Justice Indonesia Bahas Penguatan Tata Kelola Kawasan Ekosistem Leuser