
HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Laboratorium Konservasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan Pelatihan Maximum Entropy (MaxEnt) bagi mahasiswa pada tanggal 24–26 Juni 2026 di Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan ini diinisiasi oleh Laboratorium Konservasi Sumber Daya Hutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pemodelan distribusi spesies untuk mendukung penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati.
Sebelum pelatihan dimulai, Fakultas Kehutanan USU menyambut kehadiran narasumber, Muhammad Hadi Saputra, S.Hut., M.P.W.K., M.Sc., yang merupakan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan keahlian di bidang pemodelan distribusi spesies menggunakan metode Maximum Entropy (MaxEnt). Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama antara Fakultas Kehutanan USU dengan Muhammad Hadi Saputra sebagai langkah awal dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan kehutanan.

Kegiatan penyambutan dan penandatanganan dokumen kerja sama dihadiri oleh Kepala Laboratorium Konservasi Sumber Daya Hutan, Dr. Ridahati Rambey, S.Hut., M.Si., bersama jajaran pimpinan Fakultas Kehutanan USU, yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Dr. Tito Sucipto, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya Dr. Luthfi Hakim, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Dr. Anita Zaitunah, serta Staf Ahli Dekan Bidang Kerja Sama Dr. Nelly Anna.

Selama tiga hari pelatihan, Muhammad Hadi Saputra membimbing mahasiswa dalam memahami konsep dasar hingga penerapan metode Maximum Entropy (MaxEnt) sebagai salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk memprediksi sebaran spesies berdasarkan data keberadaan organisme dan faktor-faktor lingkungan. Mahasiswa memperoleh materi mengenai pengolahan data, penggunaan variabel lingkungan, penyusunan model distribusi spesies, serta interpretasi hasil analisis yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian kehutanan dan konservasi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang memperkuat kemampuan analisis spasial dan pemanfaatan teknologi dalam mengidentifikasi potensi sebaran berbagai jenis biodiversitas, baik tumbuhan maupun satwa. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghasilkan penelitian yang berbasis data ilmiah sekaligus mendukung upaya konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pelaksanaan pelatihan ini mencerminkan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain memperkaya keterampilan teknis mahasiswa, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan para peneliti untuk mendukung pengembangan pendidikan dan riset di bidang kehutanan.

Kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa dalam penguasaan metode analisis dan teknologi terkini, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penguatan kapasitas dalam penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati berbasis sains, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui terjalinnya kolaborasi antara Fakultas Kehutanan USU dengan peneliti BRIN dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang kehutanan.