Langkat, Sumatera Utara – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui hilirisasi produk berbasis kearifan lokal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, pada sabtu, 4 Juli 2026 Fakultas Kehutanan USU mendampingi masyarakat dalam memperkuat identitas dan daya saing produk herbal tradisional Nandeta Sembur Pratahi melalui pengembangan desain kemasan yang lebih menarik dan bernilai jual.


Kegiatan pengabdian mengusung tema "Hilirisasi Produk Obat Tradisional Etnis Karo Sembur Pratahi Melalui Pelestarian Kearifan Lokal untuk Mendukung Pencapaian SDGs". Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., didampingi Wakil Dekan I Dr. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., Wakil Dekan II Dr. Luthfi Hakim, S.Hut., M.Si., Wakil Dekan III Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc., Ketua Program Studi Sarjana Kehutanan Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si., Sekretaris Program Studi Magister Kehutanan Dr. Deni Elfiati, S.Hut., M.Si., serta sejumlah dosen Fakultas Kehutanan USU. Turut hadir Kepala Resort Tangkahan, Jamaluddin, bersama Petugas Resort Tangkahan, Joni Rahmad, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari sinergi dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan.


Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pendampingan terhadap kelompok perempuan Desa Namo Sialang yang dipimpin oleh Ibu Irni. Kelompok ini telah mengembangkan teh herbal Nandeta Sembur Pratahi, produk berbasis ramuan tradisional etnis Karo yang memanfaatkan kekayaan hayati dan pengetahuan lokal sebagai bahan baku utama. Sebagai bagian dari proses hilirisasi produk, tim Fakultas Kehutanan USU membantu penyempurnaan tampilan kemasan agar lebih modern, informatif, dan menarik bagi konsumen. Kemasan baru juga memuat identitas Universitas Sumatera Utara sebagai bentuk pendampingan akademik terhadap pengembangan produk masyarakat. Pembaruan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi Nandeta Sembur Pratahi sebagai produk herbal lokal yang memiliki daya saing di pasar.


Pendampingan ini merupakan salah satu bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam menghubungkan hasil kajian ilmiah dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan aspek branding dan identitas produk, Fakultas Kehutanan USU berupaya membantu masyarakat tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam kemasan yang memenuhi kebutuhan pasar modern. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pendampingan terhadap pengembangan produk herbal Nandeta Sembur Pratahi mendukung SDG 1 (No Poverty) dengan meningkatkan nilai tambah produk sehingga berpotensi memperkuat pendapatan masyarakat. Pengembangan produk obat tradisional berbasis sumber daya hayati lokal juga sejalan dengan SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan dan produk herbal bernilai ekonomi yang mendukung ketahanan mata pencaharian masyarakat. Selain itu, pelestarian dan pengembangan pemanfaatan ramuan tradisional etnis Karo turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan mengangkat potensi obat tradisional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.