Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Dalam arahannya, pimpinan rapat menekankan pentingnya koordinasi dan konsistensi seluruh pihak dalam memenuhi kebutuhan data akreditasi. Proses tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan USU untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Rapat tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut mahasiswa baru yang akan mengikuti kegiatan PKKMB pada 12–14 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan PKKMB berjalan secara terstruktur, edukatif, dan mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru Fakultas Kehutanan USU.
Pemeringkatan Webometrics dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juli. Dengan periode pemeringkatan berikutnya yang akan berlangsung pada Januari 2027, USU mulai mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan performa digital institusi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PKKMB, Said Mutholib, memaparkan berbagai aspek persiapan kegiatan, mulai dari susunan acara, pembagian tugas kepanitiaan, kesiapan materi pengenalan fakultas, hingga strategi pelaksanaan yang menekankan suasana pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan inspiratif.
Selain pembagian almamater, panitia juga menyampaikan berbagai informasi penting terkait pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), termasuk jadwal kegiatan dan perkenalan panitia yang akan mendampingi mahasiswa selama rangkaian orientasi berlangsung.
Survei dilakukan secara menyeluruh melalui pengukuran lahan, penentuan titik koordinat, serta penandaan batas wilayah sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan Taman KEHATI. Proses ini bertujuan memastikan ketepatan data spasial sehingga pengembangan kawasan dapat dilaksanakan secara terencana, efektif, dan sesuai dengan fungsi konservasi yang diharapkan.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas alternatif lokasi yang akan dikembangkan sebagai Taman Kehati. Secara keseluruhan, pembangunan Taman Kehati diproyeksikan membutuhkan lahan seluas sekitar 10 hektare agar mampu mendukung fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan pelestarian keanekaragaman hayati secara optimal.
Kegiatan survei bertujuan mengidentifikasi kondisi lapangan serta mempersiapkan pelaksanaan program penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Hasil survei akan menjadi dasar dalam menentukan aspek teknis pelaksanaan, sehingga kegiatan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.
Kegiatan Desa Binaan yang diketuai oleh Prof. Mohammad Basyuni ini mengusung tema "Model Desa Mandiri Penyangga Leuser: Integrasi Agroforestry Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dan Strategi Branding Ekowisata Berbasis Komunitas." Program tersebut bertujuan mengembangkan model desa mandiri berbasis potensi lokal melalui penerapan sistem agroforestri, pelestarian keanekaragaman hayati, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas di kawasan penyangga Ekosistem Leuser.
Delegasi dipimpin oleh Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib, FASC., PTech., MIIEM, Vice Chancellor of Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, sekaligus Chairman of IMT-GT University Network (UNINET), bersama para pimpinan universitas anggota dan peserta pertemuan. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas.