HUMAS FAHUTA - Universitas Sumatera Utara (USU) menyusun rencana aksi strategis untuk meningkatkan posisi universitas dalam Webometrics World Ranking melalui penguatan visibilitas digital, transparansi informasi, dan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dibahas dalam rapat Rencana Aksi Strategis Pemeringkatan Webometrics Universitas Sumatera Utara yang berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026, di Ruang Senat Akademik Lantai 3 Gedung Biro Rektor USU.
Rapat dihadiri jajaran pimpinan dan unit terkait, diantaranya Fakultas Kehutanan sebagai bagian dari persiapan menghadapi periode pemeringkatan Webometrics berikutnya yang dijadwalkan pada Januari 2027.
Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Webometrics merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai keberadaan dan kinerja institusi berdasarkan data serta informasi yang tersedia di lingkungan web.
Pemeringkatan Webometrics dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada Januari dan Juli. Dengan periode pemeringkatan berikutnya yang akan berlangsung pada Januari 2027, USU mulai mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan performa digital institusi.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH., Sp.Park., yang memaparkan sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat posisi USU dalam Webometrics World Ranking.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas dan keterhubungan konten pada laman resmi universitas maupun unit kerja. Publikasi berita, misalnya, didorong untuk tidak hanya memuat informasi kegiatan, tetapi juga dilengkapi dengan dokumen pendukung serta tautan atau rujukan dari sumber eksternal yang relevan.
Penguatan publikasi eksternal juga menjadi perhatian. Semakin banyak informasi mengenai kegiatan dan capaian USU yang diberitakan oleh pihak lain melalui laman web yang kredibel, semakin besar peluang peningkatan visibilitas dan keterjangkauan informasi institusi di ruang digital.
Selain pengelolaan konten dan website, peningkatan kualitas profil akademik dosen melalui Google Scholar juga menjadi bagian dari strategi yang dibahas. Para dosen didorong untuk memperbarui serta mengoptimalkan profil Google Scholar, termasuk memastikan publikasi dan rekam jejak akademik terdokumentasi dengan baik.
Dari sisi pengelolaan website, USU telah menyediakan akses bagi operator pada masing-masing fakultas dan unit kerja. Infrastruktur digital tersebut juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan dan publikasi konten sesuai kebutuhan satuan kerja.
Optimalisasi fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan visibilitas USU di ruang digital. Setiap fakultas dan unit kerja memiliki peran strategis dalam memastikan informasi mengenai kegiatan, prestasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta berbagai capaian institusi terdokumentasi dan dapat diakses oleh publik.
Sementara itu, aspek transparansi dapat diperkuat melalui pengelolaan data akademik dan publikasi ilmiah dosen secara konsisten. Pembaruan profil akademik melalui Google Scholar menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung keterlihatan karya ilmiah sekaligus memperkuat rekam jejak akademik sivitas akademika USU.
Rapat tersebut menegaskan bahwa peningkatan peringkat Webometrics tidak semata-mata bergantung pada pengelolaan laman web, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unit kerja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan informasi digital dan akademik.
Melalui penyusunan rencana aksi strategis ini, USU mempersiapkan langkah yang lebih terarah untuk menghadapi pemeringkatan Webometrics Januari 2027. Optimalisasi website, penguatan publikasi digital, peningkatan visibilitas karya ilmiah, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat reputasi USU di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Quality Education, melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, akses terhadap informasi dan pengetahuan, serta peningkatan ekosistem akademik berbasis digital. Strategi ini juga mendukung SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya dalam pemanfaatan infrastruktur dan inovasi digital untuk memperkuat pengelolaan pengetahuan serta daya saing institusi.
PTPN IV Uji Sampel Kayu di Laboratorium Fahutan USU
BeritaFahutan USU Bekali Calon Wisudawan dengan Perspektif Karier dan Peran Alumni
BeritaLaksanakan Musyawarah Besar, Rimbapala Fahutan USU Mantapkan Langkah Menuju Organisasi Unggul