HUMAS FAHUTA – Program Studi S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Program Studi S1 Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) secara resmi melepas delapan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Desa Binaan PUI Mangrove USU yang akan berlangsung pada 2–10 Agustus 2026 di Dusun Lau Buluh Lepar, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dan kolaborasi multidisiplin.
Kegiatan Desa Binaan yang diketuai oleh Prof. Mohammad Basyuni ini mengusung tema "Model Desa Mandiri Penyangga Leuser: Integrasi Agroforestry Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dan Strategi Branding Ekowisata Berbasis Komunitas." Program tersebut bertujuan mengembangkan model desa mandiri berbasis potensi lokal melalui penerapan sistem agroforestri, pelestarian keanekaragaman hayati, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas di kawasan penyangga Ekosistem Leuser.
Acara pelepasan dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Kehutanan USU, Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si., Ketua Program Studi S1 Biologi USU, Prof. Dr. Yurnaliza, S.Si., M.Si., Ketua Desa Binaan PUI Mangrove USU Prof. Mohammad Basyuni, serta anggota PUI Mangrove USU, Prof. Dr. Delvian, S.P., M.P. dan Dr. Agr. Faujiah Nurhasanah Ritonga, S.Hut., M.Si.
Dalam sambutannya, para pimpinan program studi menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang akan terjun langsung ke masyarakat. Mereka menekankan bahwa kegiatan Desa Binaan merupakan sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat serta pelestarian lingkungan.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan, antara lain identifikasi dan pengembangan Multi-Purpose Tree Species (MPTS), pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sistem agroforestri, penyusunan strategi branding ekowisata berbasis komunitas, edukasi lingkungan, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung terwujudnya desa mandiri sebagai kawasan penyangga Ekosistem Leuser.
Sebanyak delapan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas empat mahasiswa Program Studi S1 Kehutanan dan empat mahasiswa Program Studi S1 Biologi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui sinergi antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan Desa Binaan PUI Mangrove, Universitas Sumatera Utara terus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penelitian dan kolaborasi. Program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan desa penyangga Kawasan Ekosistem Leuser yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di berbagai wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya pelestarian ekosistem daratan dan pengelolaan keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dipublikasikan di media sosial Fakultas dan dapat diakses melalui link berikut :
Instagram Post
PTPN IV Uji Sampel Kayu di Laboratorium Fahutan USU
BeritaFahutan USU Bekali Calon Wisudawan dengan Perspektif Karier dan Peran Alumni
BeritaLaksanakan Musyawarah Besar, Rimbapala Fahutan USU Mantapkan Langkah Menuju Organisasi Unggul