HUMAS F.HUT – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan delegasi The 5th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle University Network (IMT-GT UNINET) Council Meeting di Kampus II USU Kwala Bekala, Simalingkar, Deli Serdang. Kunjungan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan forum internasional yang dihadiri oleh para pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah kolaborasi IMT-GT UNINET pada periode mendatang sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) melalui sinergi akademik, penelitian, dan inovasi yang berkelanjutan.
Delegasi dipimpin oleh Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib, FASC., PTech., MIIEM, Vice Chancellor of Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, sekaligus Chairman of IMT-GT University Network (UNINET), bersama para pimpinan universitas anggota dan peserta pertemuan. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, Prof. Arida menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Fakultas Kehutanan USU sebagai salah satu destinasi kunjungan para delegasi internasional.
"Selamat datang di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara. Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib beserta seluruh delegasi IMT-GT UNINET. Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan antarlembaga serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, konservasi, dan pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Prof. Arida.
Setelah kegiatan penyambutan, para delegasi melakukan penanaman kemenyan di sekitar kampus. Kemenyan dinilai memiliki nilai tersendiri, baik dari sisi ekonomi, maupun Sejarah spesies itu sendiri, juga merupakan spesies asli Sumatera utara. Setelah melakukan penanaman, para delegasi diajak mengunjungi Arboretum USU yang berada tidak jauh dari Fakultas Kehutanan. Hamparan vegetasi yang hijau, udara yang sejuk, serta alunan kicauan burung menciptakan suasana yang tenang dan memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh peserta kunjungan.
Sepanjang perjalanan, para tamu didampingi oleh pemandu (tour guide) yang menjelaskan sejarah pembangunan Arboretum USU, proses restorasi kawasan, umur tegakan, komposisi vegetasi, hingga berbagai fungsi arboretum sebagai laboratorium alam untuk pendidikan, penelitian, konservasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Para delegasi tampak terkesan dengan keberhasilan transformasi kawasan yang kini menyerupai hutan alami. Arboretum USU yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit tidak produktif telah berkembang menjadi hutan sekunder dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Keberhasilan restorasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen Universitas Sumatera Utara dalam mengembangkan kawasan konservasi berbasis ilmu pengetahuan.
Salah satu objek yang menarik perhatian rombongan adalah keberadaan pohon asam gelugur (Garcinia atroviridis) yang sedang berbuah. Spesies khas Asia Tenggara tersebut juga banyak dijumpai di Malaysia sehingga menghadirkan kedekatan tersendiri bagi Professor Datuk Dr. Shahrin bin Sahib dan para delegasi. Mereka juga mengagumi keberagaman jenis pohon yang tumbuh di arboretum, yang membentuk lanskap hutan tropis dengan karakteristik menyerupai ekosistem alami.
Suasana hangat semakin terasa ketika para tamu menikmati sajian buah-buahan segar dan es kelapa muda di tengah rindangnya pepohonan arboretum. Pengalaman menikmati hasil bumi secara langsung di kawasan hutan sekunder yang asri memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama kunjungan berlangsung.
Melalui kunjungan ini, Fakultas Kehutanan USU tidak hanya memperkenalkan potensi Arboretum USU sebagai kawasan konservasi, pendidikan, dan penelitian, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan jejaring internasional melalui kolaborasi akademik lintas negara. Diharapkan, sinergi yang terjalin melalui IMT-GT UNINET dapat menghasilkan berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan regional.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kerja sama pendidikan tinggi, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi dan restorasi ekosistem, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.


