HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) terus mematangkan persiapan akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) bagi Program Studi Sarjana Kehutanan dan Program Studi Magister Kehutanan. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat evaluasi dan monitoring kelengkapan dokumen akreditasi yang berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2026, di Ruang Rapat Fakultas Kehutanan USU, Kampus 2 Bekala.
Rapat yang berlangsung pukul 11.00 hingga 16.00 WIB tersebut dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Fakultas Kehutanan USU, Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dengan melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tim pendamping akreditasi.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan data, dokumen, dan bukti dukung yang diperlukan dalam proses akreditasi LAM-PTIP, sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu dilengkapi dan diperkuat sebelum dokumen akreditasi dikirimkan.
Dalam arahannya, pimpinan rapat menekankan pentingnya koordinasi dan konsistensi seluruh pihak dalam memenuhi kebutuhan data akreditasi. Proses tersebut menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan USU untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan kelengkapan borang akreditasi Program Studi S-1 Kehutanan oleh Ketua Program Studi S-1 Kehutanan, Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si. Selanjutnya, perkembangan borang akreditasi Program Studi S-2 Kehutanan disampaikan oleh Ketua Program Studi S-2 Kehutanan, Prof. Ir. Siti Latifah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU.
Pembahasan difokuskan pada pemeriksaan data dan dokumen pendukung, mulai dari prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa, publikasi mahasiswa dan dosen, hingga bukti pelaksanaan penelitian serta integrasi hasil penelitian ke dalam proses pembelajaran.
Sejumlah peserta turut menyampaikan perkembangan dan pertanyaan teknis terkait pemenuhan dokumen. Salah satunya mengenai bukti pendukung prestasi mahasiswa dan proporsi dokumen yang perlu dilampirkan dalam borang. Selain itu, dibahas pula bentuk bukti pendukung penelitian dosen, termasuk penelitian mandiri.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Ir. Samsuri, S.Hut., M.Si., IPM., ASEAN Eng., selaku asesor pembimbing persiapan pengiriman borang akreditasi, menjelaskan pentingnya memastikan setiap kegiatan memiliki bukti yang dapat diverifikasi. Untuk kegiatan penelitian, misalnya, diperlukan surat pengesahan dari pihak atau unit tempat penelitian dilaksanakan sebagai bukti bahwa kegiatan tersebut benar-benar telah dilakukan.
Pembahasan juga mencakup aspek integrasi hasil penelitian ke dalam pembelajaran. Peserta didorong untuk memahami dan mendokumentasikan bentuk integrasi tersebut secara jelas, baik dalam bahan pembelajaran maupun studi kasus yang digunakan dalam proses pendidikan.
Melalui proses evaluasi dan monitoring ini, Fakultas Kehutanan USU berupaya memastikan setiap elemen dalam dokumen akreditasi memiliki data yang lengkap, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi internal untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi S-1 dan S-2 Kehutanan.
Sebagai tindak lanjut, peserta rapat menyepakati pentingnya percepatan pengumpulan dan pemutakhiran data. Monitoring perkembangan pengisian dokumen akreditasi akan dilakukan secara berkala setiap minggu guna memastikan seluruh kebutuhan dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Persiapan akreditasi tersebut sejalan dengan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Penguatan sistem penjaminan mutu, evaluasi berkelanjutan, kelengkapan dokumentasi akademik, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui persiapan akreditasi yang sistematis dan kolaboratif, Fakultas Kehutanan USU terus mendorong peningkatan mutu pendidikan kehutanan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Hari Pertama PKKMB, Mahasiswa Baru Mendapat Sambutan Hangat
BeritaUKM Rain Forest Lantik Kabinet Arkasena, Perkuat Sinergi untuk Perubahan Berkelanjutan
BeritaFakultas Kehutanan USU Matangkan Persiapan PKKMB 2026