Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Fakultas Kehutanan USU dan APHI memperkuat kolaborasi akademisi–industri dalam merespons tantangan dan peluang transformasi kehutanan nasional berbasis keberlanjutan dan riset ilmiah.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pengajuan Proposal DPPM 2026 pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan dan kualitas proposal penelitian dosen dalam menyambut pendanaan riset tahun 2026.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Senam Bersama dan Coffee Morning sebagai upaya menjaga kebugaran serta mempererat kebersamaan sivitas akademika setelah berakhirnya Ujian Semester Ganjil.
Melalui USU Peduli, dosen dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara turun langsung ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Langkat dan Aceh Tamiang. Warga masih membutuhkan bantuan mendesak berupa air bersih, makanan siap saji, sembako, perlengkapan sekolah, serta hunian darurat.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara melaksanakan pergantian Anggota Senat Akademik (SA) Non Guru Besar sebagai bagian dari penguatan tata kelola akademik. Dr. Oding Affandi, S.Hut., M.P. ditetapkan sebagai anggota pengganti, menggantikan Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., dengan harapan dapat terus mendukung kemajuan akademik Fakultas Kehutanan USU.
Fakultas Kehutanan USU kembali menorehkan prestasi melalui keterlibatan dosen dalam Hibah Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) 2025. Riset kolaboratif ini mengangkat inovasi papan komposit berbahan bambu lokal sebagai material ramah lingkungan untuk mendukung ekonomi hijau dan pencapaian SDGs.
BKPSL menyelenggarakan webinar nasional “Merajut Resiliensi dari Sumatra untuk Nusantara” yang menghadirkan pakar lingkungan dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini membahas strategi penguatan ketangguhan wilayah dan pembangunan lingkungan berkelanjutan dalam skala nasional.
Dua dosen Fakultas Kehutanan USU menerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana 2025 untuk wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Program ini berfokus pada intervensi cepat, pemulihan pascabencana, serta penguatan ketangguhan masyarakat terdampak.