Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Ketua P2EH, Dr. Luthfi Hakim, menyampaikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan langkah penting dalam mendukung kelancaran kegiatan serta memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.
Kehadiran pimpinan fakultas di tengah pelaksanaan ujian tidak hanya menjadi bagian dari fungsi monitoring, tetapi juga menciptakan ruang interaksi langsung antara pimpinan, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Momen tersebut menjadi bentuk perhatian fakultas terhadap proses akademik sekaligus memberikan dukungan moril kepada seluruh sivitas akademika.
Klaster Keilmuan Serat Alam dan Zat Warna Alam (KK SAZWA) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Beyond The Loom: Inovasi Alat Tenun Melayu dan Eksplorasi Serat Alam Berkelanjutan” yang berlangsung selama dua hari, pada 6–7 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi berbeda, yaitu Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU pada hari pertama dan dilanjutkan di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU pada hari kedua.
“Momentum ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua. Pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis berupa penyedia oksigen, penyerap karbon, dan penjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” ungkapnya.
Fakultas Kehutanan USU menggelar Gerakan Menanam Pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi nyata penghijauan demi mendukung lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan mahasiswa internasional yang tergabung dalam program AIESEC pada Rabu (3/6). Para peserta berasal dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Vietnam, India, Thailand, dan Sri Lanka, dalam rangka kegiatan pertukaran budaya dan pembelajaran mengenai isu lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Zulqarnain memaparkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan EIS dalam upaya pencarian kembali keberadaan burung sikatan aceh (Cyornis ruckii). Spesies burung endemik yang dikenal juga sebagai Rück’s Blue Flycatcher ini telah lama dianggap menghilang karena tidak adanya catatan keberadaan yang terverifikasi selama beberapa dekade.
Workshop Beyond The Loom akan menghadirkan inovasi alat tenun Melayu, eksplorasi serat alam berkelanjutan, praktik menenun, hingga diskusi bersama akademisi dan praktisi. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti secara gratis dengan kuota peserta terbatas.
Fakultas Kehutanan USU bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan Perum Jasa Tirta I (PJT I) membahas pengembangan teknologi kultur jaringan dan pembibitan vegetatif sebagai solusi untuk mendukung rehabilitasi kawasan Danau Toba. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan ekosistem serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Fakultas Kehutanan USU kembali menghadirkan program Praktisi Mengajar dengan melibatkan PT Sucofindo Cabang Medan. Kegiatan ini memberikan wawasan praktis mengenai sistem kerja laboratorium, Good Laboratory Practice (GLP), serta penerapan standar ISO 17025 untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.