home icon
search icon
menu icon

> Berita > USU Peduli Turun ke Lokasi Banjir Bandang Langkat dan Aceh Tamiang, Warga Masih Butuh Bantuan Mendesak

USU Peduli Turun ke Lokasi Banjir Bandang Langkat dan Aceh Tamiang, Warga Masih Butuh Bantuan Mendesak

Dipublikasi Pada

18 Desember 2025

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

USU Peduli Turun ke Lokasi Banjir Bandang Langkat dan Aceh Tamiang, Warga Masih Butuh Bantuan Mendesak
Thumbnail USU Peduli Turun ke Lokasi Banjir Bandang Langkat dan Aceh Tamiang, Warga Masih Butuh Bantuan Mendesak
Melalui USU Peduli, dosen dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara turun langsung ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Langkat dan Aceh Tamiang. Warga masih membutuhkan bantuan mendesak berupa air bersih, makanan siap saji, sembako, perlengkapan sekolah, serta hunian darurat.

HUMAS FAHUTAN — Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui gerakan USU Peduli. Dosen Fakultas Kehutanan bersama mahasiswa turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, untuk membantu warga sekaligus memantau kondisi lapangan pascabencana.

 

Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan dosen Fakultas Kehutanan USU, Dr. Achmad Siddik Thoha, S.Hut., M.Si., bersama mahasiswa yang tergabung dalam USU Peduli. Aksi ini dilakukan karena dampak banjir bandang di sejumlah wilayah masih tergolong parah dan membutuhkan penanganan segera.

 

Berdasarkan hasil pemantauan tim USU Peduli di lapangan, hingga saat ini beberapa kawasan di Kecamatan Tanjung Pura dan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, masih tergenang air. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas warga serta berdampak pada fasilitas umum, terutama sekolah.

 

Warga masih sangat membutuhkan bantuan air bersih, makanan siap saji, dan sembako. Selain itu, banyak sekolah yang terdampak dan memerlukan perbaikan. Anak-anak sekolah juga membutuhkan bantuan berupa seragam, alat tulis, dan tas sekolah agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan,” ujar Dr. Achmad Siddik Thoha, S.Hut., M.Si., saat ditemui di lokasi kegiatan.

 

Sementara itu, kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan jauh lebih memprihatinkan. Distribusi bantuan yang belum merata membuat sebagian warga terpaksa meminta makanan langsung di jalanan. Di beberapa titik, anak-anak hingga orang dewasa yang masih berlumuran lumpur terlihat meminta roti atau makanan yang dapat langsung dikonsumsi kepada relawan yang melintas.

 

Selain itu, ribuan rumah di Aceh Tamiang dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan saat ini bertahan di tenda-tenda darurat yang dibuat secara seadanya, dengan keterbatasan fasilitas dan perlindungan.

 

 

Melalui keterlibatan langsung dosen dan mahasiswa, USU Peduli berupaya hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk tanggung jawab sosial Universitas Sumatera Utara dalam merespons bencana.

 

USU berharap aksi kemanusiaan ini dapat mendorong perhatian dan dukungan lebih luas dari berbagai pihak agar penyaluran bantuan dapat ditingkatkan dan menjangkau seluruh warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Berita