Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan (THH) Fakultas Kehutanan USU yang telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Dengan dukungan peralatan laboratorium yang modern serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya, Laboratorium THH dapat mendukung berbagai kegiatan pengujian dan penelitian terkait teknologi hasil hutan.
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan bangga mengumumkan empat wisudawan terbaik yang menjadi perwakilan dari empat peminatan pada Program Studi Kehutanan dalam Periode IV Tahun Akademik 2025/2026.
Teman-teman… Besok kita ada kegiatan LIVE! - Talkshow Dialog Medan Siang ini: RRI Medan Bersama PPIU M4CR Sumatera Utara dengan tema: menjaga pesisir dan menyejahterakan masyarakat.
Lebih dari 100 mahasiswa Fakultas Kehutanan USU turut mengikuti sesi foto sebagai bagian dari rangkaian kegiatan wisuda. Mengenakan toga dan atribut wisuda, para calon wisudawan dan wisudawati mengabadikan momen kebersamaan setelah menyelesaikan perjalanan akademik mereka di Fakultas Kehutanan USU.
Di hadapan para calon wisudawan, Aramico menekankan bahwa memasuki dunia kerja sebagai fresh graduate merupakan fase yang penuh tantangan. Kondisi dunia kerja yang kompetitif menuntut lulusan untuk memiliki semangat, kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Ia juga mengingatkan pentingnya meminta restu orang tua serta memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.
MUBES Rimbapala tahun ini mengusung tema “Menyatukan Gagasan, Menguatkan Kepemimpinan, Menuju Rimbapala yang Unggul dan Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi anggota Rimbapala untuk melakukan evaluasi organisasi, menyatukan gagasan, serta merumuskan arah dan strategi organisasi ke depan.
Selain aspek spasial dan kelembagaan, potensi keanekaragaman hayati serta pengetahuan lokal masyarakat turut menjadi perhatian. Kajian etnobiologi akan mengidentifikasi praktik etnobotani dan etnoekologi, termasuk pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan dan jamur sebagai sumber obat maupun bernilai ekonomi. Di lima desa tersebut, tercatat sekitar 10 jenis jamur yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat dan sekitar 60 jenis tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat. Salah satunya adalah jamur susuk harimau yang memiliki nilai ekonomi sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta per kilogram.
Dalam diskusi, dibahas sejumlah fasilitas potensial, antara lain Laboratorium Teknologi Hasil Hutan (THH) dengan layanan pengujian menggunakan mesin UTM, berbagai laboratorium dan peralatan seperti kamera, mikroskop, teropong, hingga drone. Arboretum USU juga menjadi salah satu aset strategis yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi berbasis lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Alumni dalam Pembangunan Kehutanan di Sumatera Utara” ini menghadirkan Aramico, S.Hut., M.Si., Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), sebagai narasumber.
Webinar menghadirkan Assoc. Prof. Thomas Groen dari University of Twente, The Netherlands, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, khususnya Minat Manajemen Hutan semester 5 dan 7, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kehutanan.