HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi geospasial melalui Webinar Top Scientist 2026 bertema “GIS and Remote Sensing for Biodiversity Mapping”. Kegiatan ini dilaksanakan secara Hybrid pada Selasa, 18 Agustus 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Webinar menghadirkan Assoc. Prof. Thomas Groen dari University of Twente, The Netherlands, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, khususnya Minat Manajemen Hutan semester 5 dan 7, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kehutanan.

Dalam pemaparannya, Thomas Groen membahas pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dan Remote Sensing dalam pemetaan keanekaragaman hayati. Teknologi tersebut memiliki peran penting dalam mengidentifikasi, memetakan, dan memantau distribusi spesies, habitat, tutupan lahan, serta kondisi ekosistem secara lebih efektif berbasis data spasial.

Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan teknologi geospasial dalam penelitian maupun pengelolaan sumber daya hutan. Pertukaran pengetahuan tersebut turut membuka wawasan mahasiswa terhadap praktik dan perkembangan riset terkini di tingkat internasional.

Pelaksanaan Webinar Top Scientist 2026 menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memperkuat kompetensi mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam melaksanakan penelitian dan menghadapi tantangan pengelolaan hutan serta keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung Indikator Kinerja Program (IKP) melalui penguatan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas pembelajaran berbasis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta keterlibatan akademisi internasional dalam proses pembelajaran.

Selain itu, pemanfaatan GIS dan Remote Sensing untuk pemetaan biodiversitas sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penguatan kapasitas dalam pemantauan dan pengelolaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses mahasiswa terhadap pengetahuan dan pembelajaran dari ilmuwan di tingkat internasional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan USU terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas perspektif global, serta memanfaatkan inovasi teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang berbasis data dan berkelanjutan.