Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pimpinan universitas, media massa nasional, televisi, hingga praktisi media sosial. Melalui rangkaian materi yang komprehensif, peserta dibekali wawasan mengenai standardisasi publikasi institusi, teknik penulisan siaran pers, produksi konten video, serta strategi pengelolaan media sosial yang efektif guna memperkuat citra Universitas Sumatera Utara di ruang publik.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran dari rutinitas akademik dan administratif sehari-hari. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan mencerminkan komitmen Fakultas Kehutanan USU dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, inklusif, dan saling mendukung.
"Selaku Ketua PERWAKU, saya merasa sangat terharu dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian dan semangat generasi muda serta kalangan akademisi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan sumber daya bambu secara berkelanjutan," ujarnya.
Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam membangun kolaborasi yang lebih erat guna menjawab berbagai tantangan pengelolaan kehutanan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara. Salah satu fokus utama dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Provinsi Sumatera Utara.
Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi pemaparan dan diskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan kepegawaian di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Materi yang dibahas meliputi mekanisme penempatan pegawai, sistem administrasi kepegawaian, serta hak dan kewajiban pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam diskusi bersama Firsal Ferial Mutyara yang akrab disapa Pak Dida, para peserta membahas sejumlah rencana kegiatan kolaboratif yang akan melibatkan Fakultas Kehutanan, fakultas lain di lingkungan USU, Konsulat Kehormatan Belanda, serta kolega akademik di berbagai perguruan tinggi di Belanda. Kolaborasi tersebut dirancang untuk menghasilkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan tinggi maupun masyarakat.
Selama lebih dari satu jam, peserta berjalan bersama menyusuri kawasan kampus hingga Arboretum USU. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi yang lebih santai di luar aktivitas akademik dan administratif sehari-hari.
Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan budidaya serta pengendalian hama dan penyakit kakao, pengelolaan pascapanen, strategi pemasaran, hingga pengembangan kakao berbasis ekowisata. Selain itu, petani juga menerima bantuan bibit kakao unggul dan tanaman multipurpose, serta berbagai peralatan pendukung budidaya dan pascapanen untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.
Pembelajaran di lapangan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Selama sepuluh hari pelaksanaan praktik, peserta dibiasakan menerapkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi alam. Untuk menunjang aktivitas lapangan yang padat, mahasiswa juga mengikuti program kebugaran yang telah disusun secara sistematis guna menjaga kondisi fisik selama kegiatan berlangsung.
Bagi kelompok usaha Nandeta Sembur Pratahi, pengetahuan mengenai pemasaran digital menjadi bekal penting dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan platform digital secara optimal, produk herbal berbasis kearifan lokal memiliki peluang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.