HUMAS FAHUTA – Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Internasional bertajuk Pemberdayaan Petani Kakao Berkelanjutan Berbasis Agroforestry di Zona Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser pada Senin (6/7/2026) di Dusun II, Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Nelly Anna ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani kakao melalui penerapan sistem agroforestry yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya pelestarian kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser. Program ini melibatkan tim pengabdian Universitas Sumatera Utara bersama mitra internasional dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Azlizam Aziz, serta mitra nasional Erna's Eco Farm.

Kegiatan turut dihadiri dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, serta didukung oleh berbagai mitra, di antaranya Koperasi Jasa Hutan Untuk Anak (KJHUA), Yayasan Hutan Untuk Anak (YHUA), dan Bukit Lawang Trust. Peserta kegiatan merupakan petani kakao dari Desa Timbang Jaya, Batu Katak, Lau Damak, Sampe Raya, dan sejumlah wilayah lain di Kecamatan Bahorok.

Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan budidaya serta pengendalian hama dan penyakit kakao, pengelolaan pascapanen, strategi pemasaran, hingga pengembangan kakao berbasis ekowisata. Selain itu, petani juga menerima bantuan bibit kakao unggul dan tanaman multipurpose, serta berbagai peralatan pendukung budidaya dan pascapanen untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian USU akan melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala guna memastikan implementasi sistem agroforestry berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Sumatera Utara dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas negara, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGS 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDGS 15 (Life on Land) melalui penerapan agroforestry di kawasan penyangga hutan, serta SDGS 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, komunitas, dan masyarakat.