Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat kualitas komunikasi publik melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Ruang Senat Akademik Lantai 3, Gedung Biro Rektor USU. Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Humas, Protokoler, dan Promosi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kehumasan di seluruh unit kerja dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital.


Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pimpinan universitas, media massa nasional, televisi, hingga praktisi media sosial. Melalui rangkaian materi yang komprehensif, peserta dibekali wawasan mengenai standardisasi publikasi institusi, teknik penulisan siaran pers, produksi konten video, serta strategi pengelolaan media sosial yang efektif guna memperkuat citra Universitas Sumatera Utara di ruang publik.

Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Universitas, Ir. Ikhsan Siregar, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa kehumasan memegang peranan strategis dalam membangun reputasi institusi. Menurutnya, perkembangan media digital menuntut setiap unit kerja memiliki kemampuan menghasilkan publikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki standar visual dan narasi yang seragam sehingga mampu memperkuat identitas USU di tengah masyarakat.



Ia menyampaikan bahwa masih terdapat perbedaan dalam penyusunan berbagai materi publikasi, mulai dari flyer, berita, hingga konten media sosial. Oleh karena itu, Bimbingan Teknis Kehumasan diharapkan mampu menjadi sarana penyamaan standar publikasi di lingkungan universitas sehingga seluruh informasi yang dipublikasikan mencerminkan profesionalisme dan karakter institusi secara konsisten.

Pada sesi pertama, Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumatera Utara, Irwan Arfa, membawakan materi mengenai teknik penulisan siaran pers yang efektif. Ia menekankan bahwa tugas utama humas adalah menghasilkan press release yang memenuhi kaidah jurnalistik sehingga mudah dipahami dan memiliki nilai berita. Menurutnya, sebuah siaran pers harus memenuhi unsur 5W+1H, disusun menggunakan prinsip piramida terbalik, didukung data yang akurat, narasumber yang relevan, serta dokumentasi visual yang memadai agar mampu menjadi sumber informasi yang kredibel bagi media massa.

Materi berikutnya disampaikan oleh Usrizal Pulungan, S.Sos., M.H., Plt. Kepala Biro Metro TV Medan, yang mengulas pentingnya videografi sebagai media komunikasi publik. Ia menjelaskan bahwa video telah menjadi salah satu bentuk penyampaian informasi yang paling efektif karena mampu menggabungkan kekuatan visual dan emosional dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Usrizal menguraikan tahapan produksi video mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Selain aspek teknis seperti pencahayaan, komposisi gambar, sudut pengambilan, dan durasi, ia juga menekankan bahwa kualitas konten harus tetap menjadi prioritas utama bagi humas institusi. Menurutnya, publikasi yang baik tidak hanya cepat dipublikasikan, tetapi juga mampu merepresentasikan kredibilitas lembaga secara profesional.


Sementara itu, Praktisi Media Sosial MedanTalk, Ade Ardianta Harahap, S.Sos., M.I.Kom., membahas strategi produksi konten digital yang adaptif terhadap perkembangan algoritma media sosial. Ia menjelaskan pentingnya membangun identitas visual yang konsisten, mengikuti tren secara bijaksana, serta menyusun konten yang memiliki alur komunikasi yang jelas mulai dari hook, penyampaian nilai informasi, hingga call to action.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai platform distribusi konten digital serta pemanfaatan aplikasi desain dan penyuntingan video sebagai sarana mendukung produktivitas tim kehumasan. Kendati demikian, Ade mengingatkan bahwa kreativitas tetap menjadi faktor utama sehingga setiap institusi mampu menghadirkan karakter visual yang khas dan mudah dikenali publik.

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kehumasan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4: Quality Education, melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang komunikasi, publikasi, dan literasi digital yang menjadi bagian penting dari peningkatan mutu tata kelola pendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs 16: Peace, Justice and Strong Institutions dengan mendorong terwujudnya tata kelola institusi yang transparan, akuntabel, dan komunikatif melalui penyampaian informasi publik yang akurat, kredibel, serta mudah diakses masyarakat. Kehadiran narasumber dari LKBN ANTARA, Metro TV Medan, dan praktisi media sosial juga mencerminkan implementasi SDGs 17: Partnerships for the Goals, yakni penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan media massa dan praktisi komunikasi dalam membangun ekosistem informasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.