HUMAS FAHUTAN – Dalam rangka menyongsong Hari Konservasi Alam Sedunia 2026, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) Sumatera Utara berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIMAS) bertajuk "Kolaborasi Pengabdian Masyarakat DPW PERWAKU Sumut dengan PTN/PTS di Kota Medan dalam Menyongsong Hari Konservasi Alam Sedunia." Kegiatan berlangsung di Medan Magnet, Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 WIB.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi. Lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan turut berpartisipasi dalam kegiatan yang diisi dengan aksi penanaman sekitar 600 bibit sebagai upaya rehabilitasi lingkungan dan peningkatan tutupan vegetasi di kawasan tersebut.

Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) turut mengambil bagian aktif dalam kegiatan ini melalui kehadiran sejumlah dosen, yaitu Dr. Ma'rifatin Zahrah, Dr. Bejo Slamet, Dr. Pindi Patana, Dr. Nurdin Sulistiyono, dan Dr. Ridahati Rambey. Partisipasi tersebut juga diperkuat oleh kehadiran mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, yakni Raja Kuat Subhari, Adilvi Oka, dan Najwa, yang terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan pengabdian dan aksi penanaman pohon. Ketua DPW PERWAKU Sumatera Utara, Dr. Arlen, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas tingginya antusiasme peserta yang hadir dari berbagai institusi pendidikan tinggi.

"Selaku Ketua PERWAKU, saya merasa sangat terharu dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian dan semangat generasi muda serta kalangan akademisi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan sumber daya bambu secara berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arlen juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Suka Makmur dan Kelompok Tani Bukit Marga Silima yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa serta Kelompok Tani Bukit Marga Silima atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas," tambahnya.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, DPW PERWAKU Sumatera Utara bersama PTN dan PTS di Kota Medan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam. Penanaman sekitar 600 bibit diharapkan menjadi investasi ekologis jangka panjang yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga keberlanjutan ekosistem, sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15 (Life on Land) melalui upaya rehabilitasi ekosistem daratan dan pelestarian keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara organisasi profesi, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.