HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Penandatanganan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) di Gedung Biro Rektor USU tersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Heri W. Marpaung, S.STP., M.AP., beserta jajaran. Dari pihak Universitas Sumatera Utara hadir Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, Dekan Fakultas Kehutanan USU Prof. Arida Susilowati, Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur Akademik Dr. Luthfi Hakim, Staf Ahli Dekan Bidang Kerja Sama Dr. Nelly Anna, Dr. Ridahati Rambey, serta Sekretaris Direktorat Inovasi, Pembangunan Berkelanjutan, dan Kawasan Sains Teknologi USU Prof. Apri Heri Iswanto.


Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam membangun kolaborasi yang lebih erat guna menjawab berbagai tantangan pengelolaan kehutanan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara. Salah satu fokus utama dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Provinsi Sumatera Utara. Program ini merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwujudkan melalui program prioritas dan proyek strategis daerah. Kehadiran Taman Kehati diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta menyediakan ruang edukasi, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembelajaran bagi sivitas akademika, peneliti, pelajar, maupun masyarakat.


Melalui kemitraan ini, Fakultas Kehutanan USU akan memberikan dukungan akademik melalui riset, kajian ilmiah, pendampingan teknis, serta pengembangan inovasi dalam proses perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan Taman Kehati. Kontribusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kawasan konservasi yang tidak hanya berfungsi sebagai habitat pelestarian flora lokal, tetapi juga menjadi laboratorium alam untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pusat pembelajaran lingkungan, serta model pengelolaan keanekaragaman hayati yang berbasis sains dan berorientasi pada keberlanjutan.


Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan solusi ilmiah yang inovatif dan aplikatif dalam mendukung pengelolaan hutan serta pelestarian lingkungan di Sumatera Utara. Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Arida Susilowati, menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kehutanan USU untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui implementasi tridarma perguruan tinggi. Kolaborasi dengan DLHK Provinsi Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi, memperkuat pengelolaan sumber daya alam berbasis ilmu pengetahuan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.


Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan kawasan konservasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, Fakultas Kehutanan USU dan DLHK Provinsi Sumatera Utara diharapkan mampu menghadirkan berbagai program strategis yang mendukung kelestarian lingkungan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.