Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam membangun kolaborasi yang lebih erat guna menjawab berbagai tantangan pengelolaan kehutanan dan pelestarian lingkungan di Sumatera Utara. Salah satu fokus utama dalam Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Provinsi Sumatera Utara.
Terima kasih atas bimbingan, dedikasi dan integritas Bapak/Ibu Dosen pada mahasiswanya, sampai lulus menjadi sarjana. Salam hormat dan doa terbaik untuk Bapak dan Ibu semua.
Pertemuan berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi pemaparan dan diskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan kepegawaian di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Materi yang dibahas meliputi mekanisme penempatan pegawai, sistem administrasi kepegawaian, serta hak dan kewajiban pegawai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam diskusi bersama Firsal Ferial Mutyara yang akrab disapa Pak Dida, para peserta membahas sejumlah rencana kegiatan kolaboratif yang akan melibatkan Fakultas Kehutanan, fakultas lain di lingkungan USU, Konsulat Kehormatan Belanda, serta kolega akademik di berbagai perguruan tinggi di Belanda. Kolaborasi tersebut dirancang untuk menghasilkan program-program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan tinggi maupun masyarakat.
Selama lebih dari satu jam, peserta berjalan bersama menyusuri kawasan kampus hingga Arboretum USU. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang interaksi yang lebih santai di luar aktivitas akademik dan administratif sehari-hari.
Jalan sore bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi, membangun semangat kebersamaan, serta menikmati suasana hijau Kampus 2 USU Kuala Bekala. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, harmonis, dan produktif.
Lima Narasumber dari dalam dan luar negeri telah hadir di Prodi Kehutanan Fakultas Kehutanan selama kurun waktu semester genap T.A. 2025/2026 dalam kegiatan guest lecture/ general lecture. Mereka masuk ke kelas untuk berbgai pengalaman, wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa.
Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan budidaya serta pengendalian hama dan penyakit kakao, pengelolaan pascapanen, strategi pemasaran, hingga pengembangan kakao berbasis ekowisata. Selain itu, petani juga menerima bantuan bibit kakao unggul dan tanaman multipurpose, serta berbagai peralatan pendukung budidaya dan pascapanen untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.