Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara
Dalam diskusi, dibahas sejumlah fasilitas potensial, antara lain Laboratorium Teknologi Hasil Hutan (THH) dengan layanan pengujian menggunakan mesin UTM, berbagai laboratorium dan peralatan seperti kamera, mikroskop, teropong, hingga drone. Arboretum USU juga menjadi salah satu aset strategis yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi berbasis lingkungan.
Webinar menghadirkan Assoc. Prof. Thomas Groen dari University of Twente, The Netherlands, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, khususnya Minat Manajemen Hutan semester 5 dan 7, sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kehutanan.
Kemenangan Fahutan USU menjadi capaian membanggakan yang lahir dari kekompakan, kreativitas, dan semangat juang 20 peserta yang merupakan gabungan tenaga kependidikan dan mahasiswa. Mengusung tema rimbawan yang penuh semangat juang, tim Fahutan USU tampil energik dengan memadukan yel-yel, gerakan, serta koreografi yang kompak dan atraktif.
Prestasi tersebut diraih berkat kreativitas dan kolaborasi tenaga kependidikan serta mahasiswa Fakultas Kehutanan USU dalam menghadirkan stand yang memiliki karakter khas kehutanan. Dekorasi stand memanfaatkan berbagai material alami, seperti daun bambu, anggrek liar, dan material organik lainnya, sehingga menciptakan tampilan yang menarik sekaligus merepresentasikan identitas Fakultas Kehutanan.
Pada momentum tersebut, Fakultas Kehutanan USU berhasil meraih dua kemenangan jalam perlombaan, yakni Juara I Lomba Yel-Yel dan Juara III Lomba Dekorasi Stand Bazar. Kedua kategori tersebut menjadi ajang yang menuntut kreativitas, kekompakan, komunikasi, serta kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan secara bersama-sama.
Dalam perlombaan tersebut, Fakultas Kehutanan USU melibatkan tenaga kependidikan dan mahasiswa untuk bersama-sama menghadirkan stand yang kreatif dan merepresentasikan identitas kehutanan. Dekorasi stand memanfaatkan beragam material organik dan aksesoris alami, seperti daun bambu, anggrek liar, serta berbagai bahan alam lainnya yang ditata secara kreatif.
Sejak penampilan dimulai, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan tampil penuh percaya diri. Kekompakan antara tenaga kependidikan dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan dalam penampilan Fahutan USU. Semangat tersebut semakin terasa ketika sorakan dan tepuk tangan penonton mengiringi penampilan hingga akhir.
Selama tiga hari, mahasiswa baru mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengenalkan kehidupan akademik, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Mengusung pengalaman belajar yang dekat dengan alam, hari terakhir PKKMB diisi dengan kegiatan jelajah Arboretum USU dan praktik forest healing sebelum seluruh mahasiswa baru mengikuti penutupan PKKMB secara serentak di Kampus 1 USU, Padang Bulan, Medan.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya penghijauan dan perbaikan lingkungan. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang lebih tangguh, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan bencana merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.