HUMAS FAHUTA - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan, dalam rangka diskusi mengenai strategi mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di Kampus 2 USU, Kwala Bekala, Deli Serdang, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri R.M. Mulyadin, S.P., M.Si., selaku Pengendali Ekosistem Hutan; Indah Bangsawan, S.P., M.Si., Pengendali Ekosistem Hutan; Dr. Budi Hadi Narendra, S.Hut., M.Sc.; serta Rio Irfan Rajagukguk, S.E., selaku APK APBN Ahli Pertama.
Dari Fakultas Kehutanan USU, diskusi dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc.; Staf Ahli Dekan, Dr. Nelly Anna, S.Hut., M.Si.; serta sejumlah dosen yang memiliki kepakaran di bidang kehutanan dan hidrologi, dan spasial, yakni Dr. Yunus Afifuddin, S.Hut., M.Si., Dr. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., dan Dr. Ir. Samsuri, S.Hut., M.Si.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengetahuan dan gagasan untuk mencari langkah yang tepat dalam menghadapi potensi bencana banjir di Sumatera, khususnya Sumatera Utara. Pembahasan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui penguatan fungsi ekosistem dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya melibatkan masyarakat dalam upaya penghijauan dan perbaikan lingkungan. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang lebih tangguh, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan bencana merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Selain pendekatan berbasis masyarakat dan ekosistem, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari diskusi. Penggunaan citra satelit dan data spasial dapat dikembangkan sebagai instrumen untuk memetakan kondisi wilayah, mengidentifikasi kawasan yang memiliki potensi risiko, serta mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan mitigasi bencana.
Kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan Fakultas Kehutanan USU diharapkan dapat membuka ruang pengembangan kajian dan inovasi yang lebih aplikatif dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi. Perpaduan antara pengetahuan akademik, pengalaman pengelolaan kehutanan, teknologi, dan keterlibatan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun wilayah yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Climate Action melalui penguatan kapasitas adaptasi dan ketahanan terhadap risiko bencana terkait iklim; SDG 15: Life on Land melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem daratan; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dipublikasikan pada media social fakultas dan dapat diakses melalui link berikut :
https://www.instagram.com/p/Db-6Ek2D-oP/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==&igsi=MzRlODBiNWFlZA==