home icon
search icon
menu icon

> Berita > Wakil Rektor III USU: Publikasi Merupakan Bagian Penting dari Sebuah Penelitian

Wakil Rektor III USU: Publikasi Merupakan Bagian Penting dari Sebuah Penelitian

Dipublikasi Pada

30 Juni 2016

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Wakil Rektor III USU: Publikasi Merupakan Bagian Penting dari Sebuah Penelitian
Thumbnail Wakil Rektor III USU: Publikasi Merupakan Bagian Penting dari Sebuah Penelitian
USU dorong mahasiswa S2 dan S3 untuk publikasi ilmiah internasional, tingkatkan produktivitas riset dengan inovasi discovery dan invention.

Medan, USU – Ada beberapa faktor yang menyebabkan tulisan penelitian kurang bermanfaat, di antaranya: (1) penelitian yang dipublikasikan masih dalam Bahasa Indonesia, dan (2) penerbitan terbatas hanya di wilayah Indonesia, bahkan hanya secara lokal. Menurut peraturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sebuah tulisan dari seminar, simposium, atau konferensi dianggap berskala nasional jika panitianya terdiri atas lima perguruan tinggi dari Indonesia. Sementara itu, untuk tingkat internasional, panitia harus terdiri atas lima perguruan tinggi yang terdiri atas empat perguruan tinggi dari luar Indonesia dan satu dari Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara (USU), Drs. Mahyuddin, M.I.T., Ph.D., dalam acara Sosialisasi Kewajiban Publikasi bagi Mahasiswa S2 dan S3 Universitas Sumatera Utara, yang berlangsung pada 4 Juni 2016 di Ruang Sidang Senat BPA USU.

Dalam sambutannya, Drs. Mahyuddin menjelaskan bahwa saat ini mahasiswa S2 dan S3 yang akan menyelesaikan pendidikannya diwajibkan memiliki inovasi, baik berupa discovery maupun invention. Discovery adalah penemuan yang sudah ada tetapi belum diketahui secara mendalam, sementara invention adalah sesuatu yang benar-benar baru dan ditemukan melalui penelitian mahasiswa. Penelitian berbasis discovery umumnya dilakukan oleh mahasiswa S2, sedangkan penelitian berbasis invention dilakukan oleh mahasiswa S3.

Ia juga menegaskan pentingnya orisinalitas dalam penelitian. Penulis harus dapat membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut adalah ide murni dan bukan plagiat. Salah satu cara membuktikan keaslian adalah dengan mempublikasikan penelitian. “Untuk itulah kita berada di sini, memberikan bekal kepada mahasiswa S2 dan S3 Universitas Sumatera Utara tentang pentingnya publikasi penelitian,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Dr. Himsar Ambarita, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik USU, yang juga Ketua Komisi Publikasi Ilmiah (KPI) USU sekaligus reviewer penelitian internasional, menjadi pembicara utama. Ia mendorong para mahasiswa untuk lebih aktif meneliti dan berkontribusi pada masyarakat. “Apa gunanya gelar tinggi jika tidak memberikan kontribusi pada perkembangan masyarakat?” ujarnya di hadapan sekitar 500 peserta.

 

 

Dr. Himsar juga menjelaskan pentingnya proceedings sebagai langkah awal dalam publikasi ilmiah internasional. “Proceedings bukan sekadar latihan publikasi ilmiah biasa, tetapi dapat menjadi jalan untuk memperkenalkan nama kita di kancah internasional,” tegasnya.

Menurut data yang dipaparkan, produktivitas publikasi ilmiah USU yang terindeks Scopus mengalami peningkatan signifikan hingga lebih dari 70 (skala 0-80) dalam beberapa tahun terakhir. Namun, total publikasi ilmiah USU sejak 1971 hingga 2016 masih berada di bawah Universitas Andalas (UNAND), bahkan jauh di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mencapai 5.000 publikasi.

 

 

Sebagai solusi, Dr. Himsar memberikan rekomendasi, antara lain: dosen wajib menulis, mahasiswa diwajibkan mempublikasikan penelitian, serta mengadakan konferensi internasional terindeks. Pada 2016, USU telah menyelenggarakan beberapa konferensi internasional terindeks, seperti ICOSOP untuk bidang sosial, PHICo untuk bidang kesehatan, dan ICCAI untuk bidang informatika dan teknik.

Berita