home icon
search icon
menu icon

> Berita > Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Kembangkan Pusat Pelatihan Konservasi Ramah Lingkungan di Langkat

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Kembangkan Pusat Pelatihan Konservasi Ramah Lingkungan di Langkat

Dipublikasi Pada

20 Desember 2023

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Kembangkan Pusat Pelatihan Konservasi Ramah Lingkungan di Langkat
Thumbnail Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Kembangkan Pusat Pelatihan Konservasi Ramah Lingkungan di Langkat
Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Kembangkan Pusat Pelatihan Konservasi Ramah Lingkungan di Langkat

 

Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Fakultas Kehutanan USU, melalui Program Desa Binaan, mengembangkan desa wisata di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Pengembangan desa wisata ini dilakukan dengan pertimbangan pemanfaatan potensi wisata di desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan mitigasi konflik manusia dengan harimau. Desa Timbang Lawan berlokasi dekat dengan destinasi wisata dunia, Bukit Lawang, sehingga sangat memungkinkan dikembangkan.
 

Dalam pengembangan desa wisata, USU bekerja sama dengan pemerintah desa dan mitra lembaga masyarakat, Banana Island Tiger Conservation Community (BITCO). Salah satu perangkat pendukung ekowisata yang dikembangkan adalah dalam bentuk ecolodge.

Program yang diketuai oleh Dr. Pindi Patana S.Hut., M.Si. ini merupakan lanjutan dari program perencanaan lanskap ekowisata yang telah berjalan sejak tahun 2021 dan perencanaan desa wisata tahun 2022. Pada tahun 2023, program ini dilanjutkan dengan mengembangkan ecolodge sebagai pusat pendidikan konservasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum dengan nama “Ecolodge USU Rantau Panjang” seluas 1 Ha.

 

 

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU juga merancang dan merakit pembangkit listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan daya listrik. Instalasi listrik tenaga surya telah terpasang di Ecolodge USU Rantau Panjang. Daya listrik yang dihasilkan sebanyak 600 watt dengan 1 panel surya. Dengan daya ini, ecolodge bisa menyediakan daya listrik untuk 5 lampu serta beberapa titik pengisian daya untuk handphone dan perangkat listrik daya kecil.
 

Pengembangan ecolodge juga terkait aktivasi ecolodge untuk berbagai kegiatan menunjang konservasi sumber daya alam. Pengembangan ecolodge akan memotivasi mitra untuk terus mengembangkan kegiatan konservasi di Desa Timbang Lawan. Diharapkan pengembangan ecolodge USU Rantau Panjang mendapat dukungan luas dari berbagai pihak untuk menambah fasilitas dan keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat menjangkau seluas mungkin. 

Berita