home icon
search icon
menu icon

> Berita > Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Berikan Mesin Pengolahan Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Berikan Mesin Pengolahan Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas

Dipublikasi Pada

04 September 2023

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Berikan Mesin Pengolahan Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas
Thumbnail Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Berikan Mesin Pengolahan Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas
Tim PPM Fakultas Kehutanan USU Berikan Mesin Pengolahan Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas

 

Tim PPM Fakultas Kehutanan USU melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) di Desa Rumah Sumbul dengan kegiatan utama “Pendampingan Pengembangan Wisata Rumah Gula dan Pemberian Alat Pengolah Gula Aren”, yang dilaksanakan pada Selasa, 15 Agustus 2023 bertempat di Kantor Desa Rumah Sumbul, dan pada Sabtu, 2 September 2023 bertempat di pengolahan gula aren milik Jaman Sembiring di Desa Rumah Sumbul.


Kegiatan bantuan mesin pengolahan aren merupakan bagian dari Desa Binaan Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Fakultas Kehutanan USU dengan ketua Dr. Oding Affandi. Tim PPM lainnya adalah Dr. Bejo Slamet, Dr. Ridwanti Batubara, Harisyah Manurung S.Hut., M.Si., dan Dr. Luthfi Hakim.


Penyerahan alat pengolah gula aren dilaksanakan pada 15 Agustus 2023 di Kantor Desa Rumah Sumbul. Beberapa peralatan lain yang diberikan adalah pengaduk gula, saringan, panci, mangkok, piring, sendok, gelas, cerek, dan nampan yang semuanya berbahan alumunium. Hadir pada acara tersebut seluruh Tim PPM USU, Kepala Desa Rumah Sumbul Sobiran Sembiring beserta jajaran pemerintah desa, dan tokoh Masyarakat, serta mahasiswa peserta Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). 
 

 

Masyarakat Desa Rumah Sumbul memiliki banyak pohon aren penghasil nira yang bisa diolah menjadi gula aren. Namun demikian, air nira aren ini setelah dipanen oleh pemiliknya langsung dijual airnya untuk dijadikan minuman berupa tuak.


Menurut Kepala Desa Rumah Sumbul, Sobiran Sembiring, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mengolah air nira ini menjadi gula aren, di antaranya, pengolahan menjadi gula aren memerlukan waktu lama, memerlukan alat yang memadai agar dihasilkan gula aren yang baik, dan memerlukan waktu untuk menjualnya ke pasar agar harga jual lebih tinggi.


Adanya bantuan alat pengolah gula aren ini akan sangat membantu masyarakat dalam membuat gula aren. Apalagi gula aren dari desa ini mempunyai kualitas yang bagus dan murni tanpa campuran bahan yang lain. Sehingga jika dikembangkan dengan baik, ini akan menjadi produk khas dari Desa Rumah Sumbul sekaligus sebagai oleh-oleh bagi masyarakat yang datang berwisata.

Berita