> Berita > Tak Cukup Pintar Akademik: Ini Pesan Penting untuk Calon Sarjana Kehutanan USU Jelang Wisuda
Tak Cukup Pintar Akademik: Ini Pesan Penting untuk Calon Sarjana Kehutanan USU Jelang Wisuda
Dipublikasi Pada
25 November 2025
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Tak Cukup Pintar Akademik: Ini Pesan Penting untuk Calon Sarjana Kehutanan USU Jelang Wisuda
Pembekalan Calon Wisudawan Fakultas Kehutanan USU Periode I TA 2025/2026 menghadirkan M. Indra Kurnia, S.Hut. (Direktur Konservasi YOSL–OIC) untuk memperkuat wawasan soft skill dan peran rimbawan dalam mendukung SDGs. Acara juga mengumumkan Wisudawan Terbaik dari empat minat keilmuan.
HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menegaskan bahwa menjadi sarjana kehutanan tidak cukup hanya unggul secara akademik. Menjelang wisuda, para calon lulusan dibekali penguatan soft skill, etika profesi, dan tanggung jawab lingkungan agar mampu menjadi problem solver dalam menjawab tantangan kehutanan dan keberlanjutan di masa depan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Fakultas Kehutanan USU Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Plaza Rimbawan Fakultas Kehutanan USU, pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh calon wisudawan Fakultas Kehutanan USU.
Wakil Dekan I Fakultas Kehutanan USU, Dr. Ir. Alfan Gunawan Ahmad, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan etika sebelum memasuki dunia profesional. Ia mengajak para calon lulusan untuk memohon maaf dan doa restu kepada para dosen yang telah membimbing selama masa studi.
“Dengan hati yang lapang, memohon maaf dan doa dari para dosen, insyaallah perjalanan karier ke depan akan lebih berkah dan dimudahkan,” ujarnya.
Pembekalan ini menghadirkan Direktur Konservasi YOSL–OIC, M. Indra Kurnia, S.Hut., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa sektor kehutanan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, empati sosial, dan kepemimpinan.
“Sarjana kehutanan harus mampu menjadi problem solver bagi hutan dan bumi kita di masa mendatang. Lindungi yang tersisa, dan lestarikan hutan dengan penuh tanggung jawab,” kata Indra.
Menurutnya, berbagai isu seperti perubahan iklim, restorasi ekosistem, dan konflik sumber daya alam menuntut lulusan kehutanan yang mampu berdialog dengan masyarakat, bekerja lintas sektor, serta berkontribusi dalam pengambilan kebijakan berbasis keberlanjutan.
Selain materi penguatan karakter, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait komunikasi publik dan peluang karier di sektor kehutanan, baik di lembaga pemerintah, organisasi nonpemerintah, maupun sektor swasta yang bergerak di bidang lingkungan dan sustainability.
Pada kesempatan tersebut, Fakultas Kehutanan USU juga mengumumkan Wisudawan Terbaik Periode I Tahun Akademik 2025/2026 dari masing-masing peminatan. Mereka adalah Brando Rivaldi Surbakti, S.Hut. (KSH) dengan IPK 3,85; Mega Wati Sihombing, S.Hut. (MNH) dengan IPK 3,75; Chestina Ventika Malona Panjaitan, S.Hut. (THH) dengan IPK 3,70; serta Adinda Elvira Chairunnisa, S.Hut. (BDH) dengan IPK 3,67.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Kehutanan USU, di antaranya Wakil Dekan II, Dr. Ir. Pindi Patana, S.Hut., M.Sc., IPU., Wakil Dekan III, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., Kepala Prodi S1 Fakultas Kehutanan, Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Sekretaris Prodi S1 Fakultas Kehutanan, Dr. Evalina Herawati, S.Hut., M.Si., Kepala Prodi S2 Fakultas Kehutanan, Dr. Ir. Samsuri, S.Hut., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Ketua Ikatan Alumni Kehutanan (Ikahut) USU, Yudha Lesmana Pohan, S.Hut., dosen, serta tenaga kependidikan.
Melalui pembekalan ini, Fakultas Kehutanan USU berharap para lulusan mampu menjadi rimbawan yang adaptif, berintegritas, dan berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung pembangunan berkelanjutan.