home icon
search icon
menu icon

> Berita > Prancis Bantu USU Kembangkan Riset Ilmiah

Prancis Bantu USU Kembangkan Riset Ilmiah

Dipublikasi Pada

09 Maret 2015

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Prancis Bantu USU Kembangkan Riset Ilmiah
Thumbnail Prancis Bantu USU Kembangkan Riset Ilmiah
Prancis pererat kerja sama pendidikan dengan Indonesia melalui 7th Joint Working Group di Universitas Sumatera Utara. Fokus riset dan pertukaran budaya.

Medan-USU: Pemerintah Prancis melalui Duta Besarnya, Corinne Breuze, menegaskan komitmennya untuk mempererat kerja sama pendidikan dengan Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan 7th Joint Working Group Indonesia-France yang berlangsung di Universitas Sumatera Utara (USU) pada Senin (9/3). Corinne juga menyampaikan bahwa pemerintah Prancis akan mendukung pengembangan riset di USU, khususnya di bidang kesehatan (kedokteran) dan teknik. Hal ini disampaikan oleh Dubes Prancis tersebut dalam temu pers usai membuka acara bertema "How Education and Research Respond to Sustainable Development?" yang berlangsung selama dua hari (9-10 Maret 2015) di Ruang IMT-GT Biro Rektor USU. Acara ini dihadiri oleh Menristek Dikti yang diwakili Direktur Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Ditjen Dikti, Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D, Rektor USU Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, Direktur IFI Bertrand de Hartingh, perwakilan Wali Kota Medan Drs. Hasan Basri, MM, serta para rektor dari beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia dan Prancis.

 

Wakil Rektor IV USU, Prof. Ningrum Natsya Sirait, menyampaikan bahwa Prancis sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran USU, khususnya dalam bidang riset penyakit tropis. Ia menambahkan bahwa fokus kerja sama ini adalah pada penelitian ilmiah, bukan operasional rumah sakit. "Prancis memiliki ilmuwan dan peneliti unggul. Saat ini, kami sedang menjajaki prioritas mana yang dapat dikerjasamakan. Setelah ditemukan, kami akan segera merealisasikannya," ujarnya. Menristek Dikti melalui Prof. Hermawan juga menambahkan bahwa kerja sama ini mencakup program pertukaran budaya, joint degree, double degree, riset bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Duta Besar Corinne berharap, inisiatif ini dapat meningkatkan minat mahasiswa Indonesia untuk belajar di Prancis, yang saat ini sudah mencapai sekitar 1.500 mahasiswa. Bidang studi yang diminati mencakup teknik, MIPA, kesehatan, dan manajemen perdagangan, dengan dukungan beasiswa dari kedua negara.

Berita