home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pengembangan dan Pemberdayaan KUKM di Daerah Wisata Mangrove sebagai Bahan Pewarna Alami melalui Teknik Ecoprint

Pengembangan dan Pemberdayaan KUKM di Daerah Wisata Mangrove sebagai Bahan Pewarna Alami melalui Teknik Ecoprint

Dipublikasi Pada

13 Juni 2022

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Pengembangan dan Pemberdayaan KUKM di Daerah Wisata Mangrove sebagai Bahan Pewarna Alami melalui Teknik Ecoprint
Thumbnail Pengembangan dan Pemberdayaan KUKM di Daerah Wisata Mangrove sebagai Bahan Pewarna Alami melalui Teknik Ecoprint
Dinas Koperasi Sumut bersama Fakultas Kehutanan USU selenggarakan pelatihan ecoprint berbasis mangrove untuk KUKM di Batubara dan Asahan. Tujuannya, tingkatkan kreativitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upaya mengembangkan kreasi dan inovasi koperasi serta UKM di Sumatera Utara dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya alam yang tersedia, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan "Pengembangan dan Pemberdayaan KUKM di Daerah Wisata Mangrove sebagai Bahan Pewarna Alami melalui Teknik Ecoprint". Untuk mendukung kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara mengundang narasumber dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, yaitu Dr. Iwan Risnasari, S.Hut., M.Si., dan Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama untuk peserta dari Kabupaten Batubara dan tahap kedua untuk peserta dari Kabupaten Asahan, dengan jumlah peserta masing-masing tahap sebanyak 40 orang.

 

Keseluruhan kegiatan berlangsung pada 6–10 Juni 2022 di Singapore City Hotel, Batubara. Materi yang disampaikan mencakup potensi sumber daya alam yang ada di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di wilayah Batubara dan Asahan yang memiliki kawasan wisata mangrove. Pemanfaatan dan pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain teori, peserta diberikan pelatihan keterampilan pengolahan kain menggunakan zat pewarna alami dari tanaman mangrove dengan teknik ecoprint. Kain yang diolah kemudian dibuat menjadi produk bernilai jual, dengan melibatkan praktisi UMKM Nauli EcoPrint dan Rumah Jahit Leoni.
 

 

Di akhir kegiatan, para peserta menyatakan kegembiraan karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Beberapa peserta yang sudah pernah mengikuti pelatihan ecoprint sebelumnya merasa antusias karena mendapatkan teknik baru untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

Kasubbag Program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Bapak Asalta Brahmana, S.E., M.Si., menyampaikan harapannya agar pelaku koperasi dan UKM di Kabupaten Batubara dan Kabupaten Asahan dapat terus mengembangkan keterampilan ini dan berinovasi untuk meningkatkan daya saing mereka. Ia juga menyatakan bahwa Dinas Koperasi akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memantau perkembangan usaha mereka.

 

Berita