> Berita > Makin Mengakar, Makin Berdampak: Fakultas Kehutanan USU Rayakan Dies Natalis ke-11 dan 26 Tahun Prodi
Makin Mengakar, Makin Berdampak: Fakultas Kehutanan USU Rayakan Dies Natalis ke-11 dan 26 Tahun Prodi
Dipublikasi Pada
11 November 2025
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Makin Mengakar, Makin Berdampak: Fakultas Kehutanan USU Rayakan Dies Natalis ke-11 dan 26 Tahun Prodi
Fakultas Kehutanan USU merayakan Dies Natalis ke-11 dan 26 Tahun Program Studi Kehutanan dengan tema “Laksana Akar: Walau Tak Tampak, Terus Memberi Dampak.” Acara berlangsung di Kampus USU Bekala dan dihadiri pimpinan universitas, pemerintah, mitra strategis, serta ratusan sivitas akademika sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) memperingati Dies Natalis ke-11 sekaligus merayakan 26 tahun perjalanan Program Studi Kehutanan dalam sebuah acara resmi di Plaza Rimbawan, Kampus USU Bekala pada Selasa, 11 November 2025 . Dengan mengusung tema “Laksana Akar: Walau Tak Tampak, Terus Memberi Dampak,” kegiatan ini menjadi momentum refleksi serta konsolidasi kontribusi fakultas terhadap dunia pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Rimbawan, dilanjutkan doa bersama. Ketua Panitia Dies Natalis, Dr. Ridahati Rambey, S.Hut., M.Si., melaporkan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak Agustus dan melibatkan berbagai agenda akademik dan non-akademik seperti kuliah umum, pengabdian masyarakat, lomba fotografi internasional, kompetisi kreatif, dan kegiatan olahraga.
Perayaan ini turut dihadiri oleh Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Ir. Alfi Syahriza, ST., M.Eng.Sc. yang mewakili Gubernur, serta Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, S.S. Selain itu, mitra kehutanan dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, NGO lingkungan, serta sektor swasta turut hadir memberi dukungan.
Dalam sambutannya, Rektor USU menyampaikan apresiasi atas kontribusi Fakultas Kehutanan dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Fakultas Kehutanan adalah salah satu penopang utama visi USU menuju universitas yang unggul dan berkelanjutan,” tegas Prof. Muryanto.
Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si., turut memaparkan sejumlah pencapaian strategis, di antaranya lahirnya 11 guru besar dari lingkungan fakultas serta akreditasi internasional ASIIN untuk jenjang S1 dan S2 Kehutanan.
“Seperti akar yang menguatkan tegaknya pohon, fakultas ini akan terus memberi dampak melalui karya, pengabdian, dan kolaborasi,” ungkapnya.
Pada momen tersebut, Dekan juga melaksanakan soft launching tiga buku karya sivitas akademika, termasuk buku “Down to Earth: The Roots We Grew Together” yang merekam perjalanan panjang Fakultas Kehutanan USU sejak berdiri pada tahun 1999 di Padang Bulan hingga kini berpusat di Kampus Bekala.
Perwakilan pemerintah, baik dari Provinsi maupun Kabupaten Deli Serdang, menegaskan apresiasi dan harapan agar kehadiran Kampus USU Bekala dapat membawa penguatan kapasitas masyarakat sekitar, terutama dalam pendidikan dan konservasi lingkungan.
Rangkaian acara juga menghadirkan orasi ilmiah oleh para pakar, antara lain Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, Dr. Meilinda Suriani Harefa, Erwin Kurnia Alamsyah Siregar, S.Hut., M.Si., serta Fauzi Leilan, ST, MT. Mereka membahas isu strategis seperti konservasi hutan, pemberdayaan masyarakat, dan dinamika kehutanan di era modern.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 peserta, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra eksternal seperti BBKSDA Sumut, BPDAS Wampu Sei Ular, BPKH Wilayah I Medan, Balai PS, YSHL, YEL, PETAI, YOSL-OIC, WCS, GJI, dan organisasi lain yang bergerak di bidang lingkungan.
Menutup rangkaian acara, seluruh peserta mengikuti sesi kebersamaan yang mempererat hubungan antar-sivitas serta mitra fakultas. Suasana hangat dan penuh keakraban menggambarkan bahwa Fakultas Kehutanan USU semakin mengakar, semakin berdampak, dan terus berkomitmen menjadi pusat keilmuan kehutanan yang relevan bagi masa depan.