HUMAS FAHUTAN – Pusat Unggulan Iptek Bambu (PUI-BAMBU) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar The 1st International Conference on Bamboo, Forestry Resources, and Application (IC-BaFoRa) 2025 pada Rabu, 3 September 2025 dengan tema “Bamboo and Forestry for Climate Change Adaptation and Mitigation”. Konferensi yang berlangsung di Hotel Grandhika Medan ini menghadirkan pembicara utama dari Malaysia, Tiongkok, India, dan Indonesia, serta menampilkan presentasi makalah penelitian dari enam bidang kajian terkait bambu dan kehutanan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, menekankan pentingnya bambu sebagai sumber daya alam yang cepat terbarukan dan berperan strategis dalam penyerapan karbon, pencegahan erosi, serta pengganti kayu. Ia juga menyoroti potensi bambu dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan membuka peluang kolaborasi riset internasional.
“Bambu menawarkan solusi nyata dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat. Kami berharap konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan, inovasi bisnis, dan program pemberdayaan yang berdampak luas,” ujarnya.
Ketua Panitia IC-BaFoRa 2025 sekaligus Kepala PUI-BAMBU USU, Dr. Ir. Samsuri, menyatakan bahwa bambu memiliki potensi besar dalam mendukung target nasional penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30%. “Dengan pertumbuhan yang cepat, bambu dapat menjadi alternatif pengganti kayu yang semakin langka, serta bahan konstruksi dan biofarmaka,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris PUI-BAMBU USU, Dr. Ir. Luthfi Hakim, menambahkan bahwa data mengenai sebaran bambu di Indonesia masih terbatas. “Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan agar pemanfaatan bambu dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan,” katanya.
Konferensi ini juga akan menerbitkan prosiding melalui IOP Publishing, dengan artikel terpilih yang akan dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus, sebagai bagian dari upaya memperkuat riset bambu secara global.
IC-BaFoRa 2025 menjadi momentum penting dalam mengangkat bambu sebagai solusi berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bambu di Indonesia dan dunia.