> Berita > Fakultas Kehutanan USU Inisiasi Workshop Pemulihan Pascabencana, Menteri Turun Langsung ke Forum Kolaborasi
Fakultas Kehutanan USU Inisiasi Workshop Pemulihan Pascabencana, Menteri Turun Langsung ke Forum Kolaborasi
Dipublikasi Pada
28 Januari 2026
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU Inisiasi Workshop Pemulihan Pascabencana, Menteri Turun Langsung ke Forum Kolaborasi
Fakultas Kehutanan USU menginisiasi Workshop Peduli Bencana bersama JAGATARA Sumatera Utara dan pemangku kepentingan lintas sektor untuk merumuskan strategi pemulihan pascabencana, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan berbasis keilmuan dan kolaborasi.
HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menginisiasi pelaksanaan Workshop Peduli Bencana sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan upaya pemulihan pascabencana dan penguatan ketahanan lingkungan di Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) JAGATARA Sumatera Utara sebagai mitra kolaboratif.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, di Ruang IMT-GT, Gedung Biro Rektor USU. Acara dihadiri oleh tokoh nasional Jenderal Polisi (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia sekaligus Dewan Pembina DPP JAGATARA, bersama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP JAGATARA. Turut hadir Dekan Fakultas Kehutanan USU Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si., Ketua DPD JAGATARA Sumatera Utara Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., serta sejumlah tokoh Sumatera Utara, di antaranya Rajamin Sirait, S.E. dan Rianto, S.H., M.H. selaku Ketua Asosiasi Jurnalis Digital Indonesia (AJDI). Kegiatan ini juga diikuti oleh para akademisi, praktisi, serta penggerak sosial dari berbagai latar belakang yang turut memperkaya diskusi dan perumusan strategi pemulihan pascabencana.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis keilmuan untuk menjawab tantangan kebencanaan. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk JAGATARA Sumut, menjadi kunci untuk memastikan strategi pemulihan pascabencana dapat berjalan terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPD JAGATARA Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa JAGATARA hadir sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen strategis bangsa dalam mendukung visi Indonesia Emas. Melalui workshop ini, seluruh unsur di Sumatera Utara dirangkul untuk merumuskan agenda penanggulangan bencana yang tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga mencakup penguatan ketahanan pangan, pemulihan ekonomi, dan pelestarian lingkungan.
Pada sesi pemaparan materi, Ketua Dewan Penasihat JAGATARA, Prof. Drs. Heru Santosa MS., Ph.D, menekankan pentingnya respons cepat serta pemulihan pascabencana yang komprehensif, berbasis ekosistem, dan melibatkan multipihak. Ia juga menyoroti peran data dan teknologi sebagai bagian dari sistem deteksi dini bencana. Sejumlah rekomendasi disampaikan, mulai dari penguatan riset pascabencana, literasi mitigasi bencana, optimalisasi posko kebencanaan, pengembangan pusat penyemaian bibit tanaman berdaya lindung ekologis, hingga penguatan kemitraan lintas sektor.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P., yang membahas konsep pemulihan pascabencana berbasis ketahanan pangan dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan hidup merupakan bagian penting dari siklus manajemen bencana sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada pemulihan fungsi ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.
Melalui inisiatif ini, Fakultas Kehutanan USU menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan kolaborasi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat, bersama JAGATARA Sumatera Utara dan para pemangku kepentingan lainnya.