home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Kehutanan USU Gelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum S1 untuk Wujudkan Pendidikan Adaptif, Relevan, dan Berdaya Saing Global

Fakultas Kehutanan USU Gelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum S1 untuk Wujudkan Pendidikan Adaptif, Relevan, dan Berdaya Saing Global

Dipublikasi Pada

27 Oktober 2025

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

Fakultas Kehutanan USU Gelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum S1 untuk Wujudkan Pendidikan Adaptif, Relevan, dan Berdaya Saing Global
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU Gelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum S1 untuk Wujudkan Pendidikan Adaptif, Relevan, dan Berdaya Saing Global
Fakultas Kehutanan USU melaksanakan Workshop Pemutakhiran Kurikulum S1 Kehutanan untuk memperkuat kurikulum berbasis OBE dan MBKM yang adaptif, relevan, serta mendukung akreditasi internasional ASIIN. Kegiatan ini menjadi langkah strategis menuju pendidikan kehutanan berdaya saing global dan berdampak nyata bagi masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.

HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Workshop Pemutakhiran Kurikulum Program Studi S1 Kehutanan sebagai langkah strategis dalam memperkuat kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kurikulum kehutanan tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

 

 

Workshop dilaksanakan secara daring dan juga di Ruang Rapat Fakultas Kehutanan USU, diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan pemangku kepentingan eksternal. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang pendidikan kehutanan, antara lain Dr. Nurul Qomar, S.Hut., MP. (Sekretaris Jendral FOReTIKA), M. Indra Kurnia, S.Hut. (Direktur Konservasi YOSL–OIC), Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc. (Kepala Lembaga Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran – LINKUP USU), serta Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng. (Ketua Program Studi S1 Kehutanan USU).

 

 

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Ir. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si., IPM., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk meninjau kembali kurikulum agar tetap relevan dengan dinamika global dan arah kebijakan pendidikan nasional.

 

“Fakultas Kehutanan USU saat ini telah memperoleh akreditasi internasional ASIIN untuk satu tahun, dan pada Mei mendatang kami akan berupaya memperpanjangnya menjadi lima tahun. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Prof. Rudi.

 

Beliau juga menambahkan bahwa pembaruan kurikulum merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya hutan.

 

“Kurikulum harus adaptif terhadap perubahan zaman, baik dalam konteks teknologi, lingkungan, maupun kebutuhan masyarakat. Namun, nilai-nilai kehutanan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal harus tetap menjadi pijakan utama,” tambahnya.

 

Selama workshop berlangsung, peserta aktif memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan kurikulum, termasuk penguatan literasi lingkungan, peningkatan soft skills, kompetensi digital, dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa. Fokus pembaruan juga diarahkan pada integrasi prinsip OBE dan MBKM agar pembelajaran lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan industri kehutanan modern.

 

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Fakultas Kehutanan USU untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berdampak dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga konservasi, dan dunia industri, fakultas bertekad mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan hutan tropis berkelanjutan di Indonesia.

 

Dengan terselenggaranya workshop ini, Fakultas Kehutanan USU menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian kehutanan yang unggul serta berdaya saing global, selaras dengan semangat “Diktisaintek Berdampak” yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

 

Berita