HUMAS FAHUTA – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Paradigma Baru Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Berbasis Masyarakat”, Kamis (10/9/2026), di Ruang Kuliah Fakultas Kehutanan USU, Kampus 2 Bekala, Deli Serdang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan pemahaman mengenai pengelolaan serta pengembangan HHBK yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Kuliah umum tersebut menghadirkan Sahwalita, S.Hut., M.P. dari Balai Perhutanan Sosial Palembang sebagai narasumber. Kehadiran praktisi dari luar lingkungan akademik Fakultas Kehutanan USU memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai dinamika pengembangan HHBK dan penerapannya dalam konteks pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Fakultas Kehutanan USU, Dr. Tito Sucipto, Ketua Program Studi S-1 Kehutanan Dr. Evalina Herawati, Sekretaris Program Studi S-1 Kehutanan, serta para manajer Fakultas Kehutanan USU, yakni Dr. Nelly Anna dan dosen HHBK yaitu Dr. Iwan Risnasari.
Dalam pemaparannya, Sahwalita membagikan pengetahuan dan perspektif mengenai paradigma baru dalam pengembangan HHBK yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan. Pendekatan berbasis masyarakat menjadi relevan dalam mendorong pemanfaatan potensi hutan secara produktif sekaligus memperhatikan keberlanjutan sumber daya dan peningkatan manfaat bagi masyarakat.
Kuliah umum juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman praktis. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperkaya pemahaman mengenai HHBK sekaligus melihat peluang pengembangannya sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Kehutanan USU terus mendorong pembelajaran yang adaptif dan terbuka terhadap berbagai perspektif dari praktisi maupun institusi di luar kampus. Penguatan wawasan mahasiswa diharapkan dapat membentuk calon rimbawan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memahami kebutuhan masyarakat serta tantangan pengelolaan sumber daya hutan di lapangan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 15: Ekosistem Daratan, melalui penguatan pemahaman mengenai pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan, serta SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pembelajaran yang memperkaya pengetahuan dan perspektif mahasiswa.
Fakultas Kehutanan USU Gelar Kuliah Umum tentang HHBK Berbasis Masyarakat
BeritaFakultas Kehutanan USU Dorong Hilirisasi Riset Menuju Produk Kehutanan Berdaya Saing
BeritaGuru Besar Fakultas Kehutanan Perkuat Jejaring Akademik Internasional melalui Program di Lithuania