home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Kehutanan USU Bekerja Sama dengan UPT Laboratorium Terpadu Mengadukan Pengabdian Masyarakat Internasional tentang Advokasi Pengurangan Sampah Plastik

Fakultas Kehutanan USU Bekerja Sama dengan UPT Laboratorium Terpadu Mengadukan Pengabdian Masyarakat Internasional tentang Advokasi Pengurangan Sampah Plastik

Dipublikasi Pada

18 Juli 2022

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Fakultas Kehutanan USU Bekerja Sama dengan UPT Laboratorium Terpadu Mengadukan Pengabdian Masyarakat Internasional tentang Advokasi Pengurangan Sampah Plastik
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU Bekerja Sama dengan UPT Laboratorium Terpadu Mengadukan Pengabdian Masyarakat Internasional tentang Advokasi Pengurangan Sampah Plastik
Webinar internasional Fakultas Kehutanan USU bahas pengurangan sampah plastik dengan tema besar "Reduce Plastics in Environment." Seri pertama hadirkan pakar dari Keele University UK dan USU.

Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) skema abdimas internasional dengan tema pengurangan sampah plastik yang diketuai oleh Dr. Arif Nuryawan dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) USU telah diselenggarakan melalui webinar seri 1 pada hari Jumat tanggal 15 Juli 2022 pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

 

 

Anggota pengabdian ini tidak hanya berasal dari Fahutan USU seperti Ibu Dr. Iwan Risnasari, Ibu Prof. Dr. Rahmawaty, dan Bapak Dr. Delvian, tetapi juga dari Fakultas Teknik, yaitu Ibu Ir. Rahmi Karolina, M.T dan Ibu Dr. Hilma Tamiami Fahruddin. Baik Prof. Rahmawaty dan Bapak Dr. Delvian adalah ketua dan sekretaris Prodi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Sekolah Pascasarjana USU, sedangkan Bu Rahmi dan Bu Dr. Hilma adalah kepala dan kepala bidang di UPT. Laboratorium Terpadu USU. Staf tendik dari UPT Lab Terpadu USU juga turut menyukseskan kegiatan ini.

 

 

Mitra kegiatan ini adalah komunitas “Plastics Litteracy Network” yang dibentuk di Manila, Filipina pada tanggal 17 Juli 2019 dan dikoordinasi oleh Prof. Dr. Deirdre McKay, seorang profesor Sustainable Development dari Keele University, UK (Inggris).

 

 

Webinar perdana ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Kehutanan USU, Dr. Agus Purwoko yang sangat antusias meyambut kolaborasi baik penelitian maupun pengabdian masyarakat baik skala lokal, nasional, bahkan internasional seperti kegiatan ini.

 

 

Topik webinar seri perdana ini adalah Sampah Plastik di Permukaan Tanah atau Plastics Litter on Land. Pada kesempatan webinar seri 1 ini, narasumber Prof. Deirdre menyampaikan materi mengenai sampah plastik dan pandemi (plastics and the pandemic).

 

 

Narasumber kedua, Prof. Dr. Rahmawaty, seorang guru besar bidang Manajemen Hutan, menyampaikan materi mengenai sampah plastik di perkotaan yang bisa dijadikan sumber pendapatan masyarakat (potency for utilization plastics litter in urban area for revenue community).

 

 

Webinar ini dihadiri 87 peserta yang berasal dari berbagai institusi baik internal USU maupun di luar USU bahkan dari luar negeri. Tercatat ada perwakilan dari Filipina, Australia, Inggris, dan beberapa provinsi di Indonesia seperti Kalimantan Timur, Jambi, Lampung, dan Sumatera Selatan, serta Sumatera Utara sendiri.

Webinar series ini akan diadakan berseri setiap bulan hingga bulan Desember 2022, sehingga akan ada 6 (enam) seri dengan topik yang bervariasi namun dalam cakupan tema besar “Reduce Plastics in Environment” yaitu:

Seri 1: Plastics Litter on Land (Sampah Plastik di Permukaan Tanah);

Seri 2: Plastics Litter on Aquatic Ecosystem (Sampah Plastik di Ekosistem Akuatik);

Seri 3: Plastics Litter in Sea (Sampah Plastik di Lautan);

Seri 4: Sustainable Fashion using Non-Plastics Fiber (Penggunaan Serat Alam untuk Fashion)

Seri 5: Green Building Made of Plastics Mix (Penggunaan Material Campuran Plastik untuk Bahan Bangunan)

Seri 6: Craft Made of Plastics Litter (Kerajinan dari Limbah Plastik)

 

Kegiatan ini sukses dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan kepada responden yang merupakan peserta webinar yang meliputi pengetahuan umum mengenai sampah plastik di daratan, sikap kepedulian terhadap timbulnya sampah plastik di daratan, khususnya tempat tinggal kita, dan upaya pengurangan sampah plastik tersebut.

 

Secara umum responden memahami, merasa prihatin terhadap sampah plastik di daratan, dan sadar berupaya untuk mengurangi keberadaan sampah plastik tersebut, misalnya dengan tidak menggunakan sedotan plastik, membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan tas plastik (kresek/assoy), dan membawa botol minuman/tumbler sebagai upaya mengurangi sampah botol minuman plastik.

Sumber: Arif Nuryawan

Berita