> Berita > Empat Dosen Fakultas Kehutanan USU Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Perkuat Riset dan Inovasi Menuju Universitas Berdampak
Empat Dosen Fakultas Kehutanan USU Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Perkuat Riset dan Inovasi Menuju Universitas Berdampak
Dipublikasi Pada
21 Oktober 2025
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Empat Dosen Fakultas Kehutanan USU Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Perkuat Riset dan Inovasi Menuju Universitas Berdampak
Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan pencapaian membanggakan dengan dikukuhkannya empat dosen sebagai Guru Besar Tetap. Pengukuhan ini mempertegas komitmen fakultas dalam memperkuat riset kehutanan berkelanjutan dan inovasi menuju impactful research university.
HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan dikukuhkannya empat dosen sebagai Guru Besar Tetap. Mereka adalah Prof. Dr. Budi Utomo, S.P., M.P.; Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si.; Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si.; IPM.; dan Prof. Dr. Ir. Muhdi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Keempatnya dikukuhkan bersama satu dosen dari Fakultas Psikologi USU dalam Upacara Pengukuhan Guru Besar Universitas Sumatera Utara yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (21/10/2025). Pengukuhan ini menjadi bukti nyata kontribusi Fakultas Kehutanan dalam mendukung transformasi USU menuju universitas riset berdampak (impactful research university).
Dalam sambutannya, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi dan menegaskan peran strategis guru besar dalam memperkuat inovasi tridarma perguruan tinggi.
“Setiap guru besar harus menjadi pusat inovasi tridarma yang integratif. Perguruan tinggi harus menjadi ruang berpikir yang netral dan interdisipliner,” ujar Rektor USU.
Prof. Muryanto juga menambahkan bahwa pada tahun 2025, USU telah mengajukan 56 usulan guru besar dengan 16 SK yang telah diterbitkan. Hingga kini, 230 dosen USU telah menyandang jabatan Guru Besar, dan 223 di antaranya telah dikukuhkan sebagai anggota Dewan Guru Besar.
Dalam pidato pengukuhannya, keempat guru besar Fakultas Kehutanan USU memaparkan berbagai riset yang berkontribusi langsung terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan dan penguatan ilmu kehutanan di Indonesia.
Prof. Dr. Budi Utomo, S.P., M.P. mengangkat tema Pendekatan IPTEK dalam Rehabilitasi dan Restorasi Hutan, menyoroti pentingnya penerapan sains dan teknologi dalam pemulihan ekosistem, terutama di kawasan tangkapan air Danau Toba.
“Reboisasi bukan hanya menumbuhkan pohon, tetapi juga menumbuhkan masa depan,” ujarnya.
Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si. menekankan penerapan precision forestry berbasis genomika dan biodiversitas untuk menciptakan pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Prof. Dr. Rudi Hartono, S.Hut., M.Si., IPM. memaparkan inovasi rekayasa material bambu melalui teknologi modifikasi kayu yang berpotensi menghasilkan produk ramah lingkungan bernilai ekonomi tinggi.
Prof. Dr. Ir. Muhdi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng. menyoroti praktik pemanenan hasil hutan ramah lingkungan sebagai langkah penting menuju pengelolaan hutan produksi berkelanjutan.
Riset-riset tersebut menunjukkan peran penting Fakultas Kehutanan USU dalam mendukung kebijakan nasional di bidang lingkungan, perubahan iklim, serta pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Pengukuhan empat guru besar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Fakultas Kehutanan USU untuk memperkuat kapasitas akademik dan penelitian. Fakultas berkomitmen terus mendorong kolaborasi lintas disiplin, memperluas jejaring penelitian, serta menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Dengan bertambahnya jumlah guru besar, Fakultas Kehutanan USU kini semakin siap menjadi pusat unggulan (center of excellence) di bidang kehutanan tropis, serta berperan aktif dalam transformasi Universitas Sumatera Utara menuju universitas berdaya saing global.