Pertanyaan tersebut terjawab secara tuntas dalam acara Webinar BIAWAK Series #5 (Bincang-bincang Aktual Wawasan Kehutanan). Tentu bukan sekadar berhaha-hihi bereuni sesama akademisi dan peneliti di bidang teknologi hasil hutan. Lebih dari itu, acara ini menjadi ajang untuk menyebarluaskan ilmu, pengetahuan, dan teknologi praktis kepada masyarakat umum. Hal yang tidak kalah penting adalah menjadi titik awal untuk saling bekerja sama dan berkolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Webinar BIAWAK merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilakukan oleh Pusat Studi dan Analisis Kehutanan Sumatera JATI (PUSAKA JATI). BIAWAK Series #5 ini dilaksanakan pada hari Jumat, 5 November 2021 pukul 08.00–12.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting, dan sekaligus bertepatan dengan rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan USU ke-7 dan Program Studi Kehutanan USU ke-22. Tema yang diusung pada webinar tersebut adalah “Inovasi dan Pemanfaatan Hasil Hutan Secara Modern, Efisien, dan Berkelanjutan”.
Lima dekan Fakultas Kehutanan dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia hadir sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Rudianto Amirta (Dekan Fakultas Kehutanan UNMUL), Dr. Farah Diba (Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN), Dr. Sigit Sunarta (Dekan Fakultas Kehutanan UGM), Dr. Naresworo Nugroho (Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University), dan sebagai tuan rumah Dr. Rudi Hartono (Dekan Fakultas Kehutanan USU). Kelima dekan tersebut memiliki latar belakang bidang yang sama, yaitu teknologi hasil hutan (wood science and technology).
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Dies Natalis Fakultas Kehutanan USU, yaitu Moehar Maraghiy Harahap, M.Sc. dan pengantar diskusi oleh Dr. Agus Purwoko (Wakil Dekan 3 Fakultas Kehutanan USU). Moehar Harahap, M.Sc. memaparkan beberapa kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan dalam rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Kehutanan USU. Acara webinar ini merupakan salah satu acara unggulan yang dilaksanakan oleh PUSAKA JATI. Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Agus Purwoko memberikan apresiasi yang tinggi kepada PUSAKA JATI, sebagai pusat kajian yang cukup aktif dengan perkembangan yang progresif. PUSAKA JATI telah menjadi ikon Fakultas Kehutanan USU yang dikenal di tingkat lokal maupun nasional.
Dua narasumber dari Pulau Kalimantan, yaitu Prof. Dr. Rudianto Amirta dan Dr. Farah Diba, mempresentasikan perkembangan bidang penelitian teknologi hasil hutan di kampusnya masing-masing. Secara spesifik, Prof. Dr. Rudianto memaparkan “Redesain Peran Industri Kehutanan dalam Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional: Inovasi Kebijakan dan Teknologi Industri”. Ke depannya, redesain bisnis kehutanan Indonesia dilakukan dengan arah dan fokus prioritas baru dan target produksi berupa 1) strategis dalam mendukung kemandirian dan kedaulatan negara (energi, pangan, obat, kimia, dan lain-lain); 2) substitusi bahan baku impor (bernilai tinggi); 3) berorientasi memenuhi kebutuhan multisektor domestik – demam produk kehutanan – “rumah kayu nasional”; 4) mengembangkan produk berpeluang ekspor (bernilai tinggi) – tren global; 5) mendorong pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan bagi masyarakat; 6) berorientasi lingkungan dan berkelanjutan. Fakultas Kehutanan UNMUL sudah mengembangkan produk-produk kehutanan melalui kolaborasi dengan industri dalam bentuk A-TREO (A Tropical Rainforest Essential Oil), dengan produk obat, kosmetik, pangan, pangan unggas rendah kolesterol, suplemen pakan ikan, jamu imun booster, dan obat penangkal maag.
Dr. Farah Diba menjelaskan “Inovasi dan Pengembangan Teknologi Pengendalian Rayap Perusak Kayu”. UNTAN sudah menghasilkan beberapa inovasi dalam pengendalian rayap, seperti paten alat pengendalian rayap dengan gelombang elektromagnetik, paten metode pengendalian rayap pada kayu menggunakan biopestisida asap cair dari batang sawit, paten proses pembuatan atraktan alami dari bahan organik daun kayu putih untuk umpan rayap, dan paten proses pembuatan asap cair dari tandan kosong kelapa sawit serta penggunaannya sebagai biopestisida, serta beberapa buku ajar.
Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Dr. Naresworo Nugroho, menyajikan hasil penelitian mengenai multi-manfaat bambu sebagai salah satu jenis komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK), dengan tema “Inovasi Bambu sebagai Material Konstruksi Berwawasan Lingkungan”. Sementara itu, Dr. Sigit Sunarta memaparkan perkembangan penelitian di Kampus Kehutanan Universitas Gadjah Mada, khususnya mengenai seluk-beluk asap cair sebagai produk unggulan. Pada kesempatan terakhir, Dr. Rudi Hartono menyajikan perkembangan modifikasi peningkatan mutu kayu dengan tema “Teknologi Impregnasi dalam Peningkatan Mutu Kayu Cepat Tumbuh”. Lebih lanjut dijelaskan bahwa impregnasi kayu merupakan salah satu metode modifikasi kayu yang bertujuan untuk mengubah sifat-sifat kayu dengan melakukan modifikasi pada tingkat dinding sel kayu.
Webinar BIAWAK Series #5 dipandu oleh Dr. Apri Heri Iswanto (Peneliti Senior Pusaka JATI-USU). Materi dan penyampaiannya yang menarik membuat peserta antusias mengikuti acara ini sampai akhir. Peserta juga banyak memberikan pertanyaan yang ditujukan ke semua narasumber.
Seperti biasa, pada akhir acara ada pengumuman pemenang doorprize berdasarkan pertanyaan terbaik yang sudah disampaikan pada acara webinar. Pada kesempatan ini, yang beruntung mendapatkan doorprize adalah Bapak Rudi Dungani dan Bapak Malik. Hadiah doorprize akan dikirimkan ke alamat masing-masing pemenang.
Link materi BIAWAK 5 dapat diakses pada tautan berikut: https://bit.ly/materibiawakseries5
Link materi BIAWAK 4 (Materi Ekologi Politik Sawit dan Multi Usaha Kehutanan) dapat diakses pada tautan berikut: https://bit.ly/materibiawakseries4