home icon
search icon
menu icon

> Berita > USU Latih Pengrajin Bambu Simalungun Pakai Gergaji Multifungsi dan Terapkan K3, Produksi Makin Aman dan Efisien!

USU Latih Pengrajin Bambu Simalungun Pakai Gergaji Multifungsi dan Terapkan K3, Produksi Makin Aman dan Efisien!

Dipublikasi Pada

04 September 2025

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

USU Latih Pengrajin Bambu Simalungun Pakai Gergaji Multifungsi dan Terapkan K3, Produksi Makin Aman dan Efisien!
Thumbnail USU Latih Pengrajin Bambu Simalungun Pakai Gergaji Multifungsi dan Terapkan K3, Produksi Makin Aman dan Efisien!
Fakultas Kehutanan USU menggelar pelatihan penggunaan gergaji bambu multifungsi dan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk pengrajin bambu di Desa Sirpang Sigodang, Simalungun. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga keselamatan kerja.

HUMAS FAHUTAN – Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung ekonomi kreatif masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional. Tim ini dipimpin oleh Dr. Ridahatai Rambey, S.Hut., M.Si. bersama anggota yang juga berasal dari Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Sirpang Sigodang, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun pada Kamis, 4 September 2025, dengan tajuk “Training on the Use of Dual-Function Bamboo Saws and the Implementation of Occupational Health and Safety (K3).”

 

Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan pengrajin bambu sekaligus penerapan standar keselamatan kerja internasional. Para peserta dilatih untuk menggunakan gergaji bambu multifungsi yang lebih efisien, sehingga proses produksi keranjang buah bambu dapat dilakukan lebih cepat tanpa menurunkan kualitas. Selain itu, pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diberikan agar para pengrajin mampu bekerja secara aman dan profesional, sejalan dengan standar global industri kreatif berbasis bahan alami.

 

“Melalui program ini, kami ingin para pengrajin tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan begitu, produk mereka bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar salah satu anggota tim dosen Fakultas Kehutanan USU.

 

Inisiatif ini menegaskan peran aktif USU dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil hutan bukan kayu, khususnya bambu yang memiliki potensi besar untuk diolah secara berkelanjutan. Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pengrajin diharapkan dapat memperkuat posisi produk bambu lokal di pasar global, sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keamanan kerja.

 

Dengan keterampilan baru dan wawasan K3 yang diperoleh, para pengrajin bambu di Simalungun tidak hanya mampu meningkatkan daya saing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya global dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

Berita