home icon
search icon
menu icon

> Berita > Mahasiswa Kehutanan USU Belajar Sambung Pucuk Durian Unggul, Target 10.000 Bibit untuk Ketahanan Pangan

Mahasiswa Kehutanan USU Belajar Sambung Pucuk Durian Unggul, Target 10.000 Bibit untuk Ketahanan Pangan

Dipublikasi Pada

11 Maret 2026

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

Mahasiswa Kehutanan USU Belajar Sambung Pucuk Durian Unggul, Target 10.000 Bibit untuk Ketahanan Pangan
Thumbnail Mahasiswa Kehutanan USU Belajar Sambung Pucuk Durian Unggul, Target 10.000 Bibit untuk Ketahanan Pangan
Fakultas Kehutanan USU bersama DPD Jagatara Sumut menggelar pelatihan pembuatan bibit pohon unggul bagi 50 mahasiswa di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Sabtu, 7 Maret 2026. Mahasiswa dilatih teknik seleksi bibit dan sambung pucuk durian varietas unggul. Program ini menargetkan produksi hingga 10.000 bibit pohon unggul yang akan ditanam bersama masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pemulihan lingkungan di Sumatera Utara.

HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (Fahutan USU) bekerja sama dengan DPD Jaga Nusantara Bersama (JAGATARA) Sumatera Utara menggelar Pelatihan Pembuatan Bibit Pohon Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

 

Kegiatan yang diikuti 50 mahasiswa Fakultas Kehutanan USU ini dilaksanakan di Pusat Pembibitan Tanaman Unggul Ketahanan Pangan Jagatara di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal.

 

Pelatihan dipandu oleh Hendra Hutapea, SP, pengusaha penangkar bibit unggul di Sumatera Utara yang juga merupakan pengurus DPD Jagatara Sumut bidang Ketahanan Pangan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dilatih melakukan seleksi bibit serta teknik okulasi menggunakan metode sambung pucuk.

 

Setiap mahasiswa diwajibkan mempraktikkan teknik tersebut hingga mampu melakukan sambung pucuk dengan baik. Bibit yang dikembangkan dalam pelatihan ini merupakan bibit durian varietas unggul, di antaranya Musang King dan Duri Hitam, serta beberapa varietas unggulan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

 

 

Selain berorientasi pada peningkatan keterampilan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mitigasi bencana di kawasan pesisir Sumatera Utara, yang kerap menghadapi risiko banjir bandang, longsor, dan erosi akibat curah hujan yang tinggi.

 

Staf Ahli Dekan Fakultas Kehutanan USU, Dr. Nelly Anna, S.Hut., M.Si., mengatakan bibit durian unggul yang dihasilkan nantinya tidak hanya menjadi media pembelajaran mahasiswa, tetapi juga akan dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Bibit tersebut akan dibagikan dan ditanam bersama masyarakat, dengan prioritas wilayah yang terdampak banjir bandang di Sumatera Utara beberapa waktu lalu,” ujarnya.

 

Selain durian unggul, tim juga mulai mengembangkan bibit tanaman pangan lokal lainnya seperti petai, jengkol, dan aren yang dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus berfungsi sebagai penahan tanah alami untuk mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir.

 

Ia menambahkan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan secara periodik guna meningkatkan produksi bibit pohon unggul untuk ketahanan pangan.

 

Program tersebut menargetkan produksi hingga 10.000 bibit pohon unggul dengan dukungan dari DPD Jagatara Sumatera Utara.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam pembibitan tanaman unggul, tetapi juga mampu berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan, mitigasi bencana, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.

 

DPD Jagatara Sumatera Utara sebagai mitra kegiatan juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan agar bibit yang dihasilkan dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung konservasi lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Berita