> Berita > KUAS (Kuliah Umum Akhir Semester) oleh Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Pusat Kajian dan Pengembangan Perhutanan Sosial (PUSKABANGHUTSOS)
KUAS (Kuliah Umum Akhir Semester) oleh Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Pusat Kajian dan Pengembangan Perhutanan Sosial (PUSKABANGHUTSOS)
Dipublikasi Pada
12 Juni 2023
Dipublikasi Oleh
Anonymous Writer
Thumbnail KUAS (Kuliah Umum Akhir Semester) oleh Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Pusat Kajian dan Pengembangan Perhutanan Sosial (PUSKABANGHUTSOS)
Fakultas Kehutanan USU sukses selenggarakan kuliah umum bertema perubahan iklim. Narasumber berbagi wawasan tentang mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Pusat Kajian dan Pengembangan Perhutanan Sosial (PUSKABANGHUTSOS) sukses menyelenggarakan kuliah umum bertema “Perubahan Iklim dan Peranan Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan”. Kuliah umum ini berlangsung pada Sabtu, 10 Juni 2023, di ruang kelas Fakultas Kehutanan USU. Kegiatan ini merupakan tugas akhir semester dari mata kuliah Kebijakan dan Perundang-undangan Kehutanan yang diikuti oleh sebagian besar mahasiswa semester dua Program Studi Kehutanan, dengan panitia penyelenggara dari mahasiswa angkatan 2022.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Ir. E.G. Togu Manurung, M.S., Ph.D., dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, serta Masrizal Saraan, S.Hut., M.Si., Direktur Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI). Kedua narasumber berbagi wawasan tentang perubahan iklim dan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan.
Dalam pemaparannya, Ir. E.G. Togu Manurung menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan isu mendesak yang memengaruhi kehidupan secara luas. Data yang dipaparkan menunjukkan indikasi dan dampak perubahan iklim yang telah terjadi, termasuk prediksi bahwa tahun 2024 bisa menjadi tahun dengan dampak besar dari perubahan iklim. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan sangat penting untuk mitigasi dan pencegahan perubahan iklim. Keterlibatan aktif masyarakat, seperti penanaman pohon, pengurangan penebangan liar, dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan, merupakan langkah strategis dalam upaya konservasi hutan.
Sementara itu, Masrizal Saraan berbagi pengalamannya sebagai praktisi lapangan dalam bidang perhutanan sosial di Sumatera Utara. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian hutan dan perlunya kolaborasi kuat antara pemerintah, LSM, dan masyarakat. Masrizal juga mengingatkan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang menjaga hutan.
Koordinator mata kuliah Kebijakan dan Perundang-undangan Kehutanan, Dr. Oding Affandi, mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk menghadapi acara yang lebih besar di masa depan.
“Ini adalah konsesi yang bisa dikembangkan untuk mengadakan acara yang lebih besar. Kemampuan mereka (mahasiswa) sangat luar biasa, dan kami sangat mengapresiasi,” ujar Oding.
Oding juga menegaskan bahwa pengangkatan tema perubahan iklim sangat relevan karena isu ini terus menjadi perhatian global. Ia berharap Fakultas Kehutanan USU dapat terus memfasilitasi kegiatan serupa di masa mendatang dan mendorong mahasiswa untuk aktif menjaga hutan secara lestari.
“Saya berharap mereka (mahasiswa) dapat mempersiapkan diri untuk berperan, baik di bidang teknologi, konservasi, budidaya, maupun manajemen, di masa depan,” pungkas Oding.