> Berita > Kolaborasi Besar Fahutan USU dan Tim Rescue: Aksi Cepat Selamatkan Warga di Banjir Sumatera Utara
Kolaborasi Besar Fahutan USU dan Tim Rescue: Aksi Cepat Selamatkan Warga di Banjir Sumatera Utara
Dipublikasi Pada
01 Desember 2025
Dipublikasi Oleh
Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut
Thumbnail Kolaborasi Besar Fahutan USU dan Tim Rescue: Aksi Cepat Selamatkan Warga di Banjir Sumatera Utara
Fakultas Kehutanan USU bersama RELINDO Sumut dan sejumlah tim rescue melakukan aksi kemanusiaan mengevakuasi warga terdampak banjir di Medan Deli hingga Tanjungpura, Langkat. Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Dr. Achmad Siddik Thoha dan berlangsung intens selama dua hari.
HUMAS FAHUTAN — Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Tim dosen dan mahasiswa Fahutan USU terjun langsung membantu evakuasi warga terdampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 28–29 November 2025. Aksi ini dipimpin oleh Dr. Achmad Siddik Thoha, S.Hut., M.Si., Direktur Pusat Kajian Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana Fahutan USU sekaligus Ketua Relawan Indonesia untuk Kemanusiaan (RELINDO) Sumatera Utara.
Evakuasi Medan Deli Dimulai sejak Jumat Sore Pada Jumat sore, 28 November 2025, tim gabungan dosen, mahasiswa, dan relawan memulai operasi penyelamatan di kawasan Medan Deli. Tim rescue RELINDO bekerja sama dengan Rescue Bitco yang baru tiba membawa ban dalam ukuran besar, biasanya digunakan wisatawan untuk rafting di Bukit Lawang. Kali ini, ban tersebut menjadi alat utama penyelamatan.
Tim mahasiswa yang ikut serta berasal dari UKM Rimbapala Fakultas Kehutanan USU dan mahasiswa bimbingan Dr. Achmad Siddik Thoha. Pada pukul 21.00 WIB, tim mulai mengevakuasi warga di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli. Kondisi gelap, listrik padam, air setinggi perut, serta udara dingin menambah tantangan misi malam hari tersebut. Sebanyak lima warga berhasil diselamatkan beserta barang penting mereka.
Pencarian Remaja Hilang di Langkat Pukul 23.00 WIB, tim bergerak menuju Tanjungpura, Kabupaten Langkat, setelah menerima banyak laporan permintaan evakuasi. RELINDO langsung menuju Kecamatan Hinai untuk mencari seorang remaja yang belum pulang di kawasan perkampungan yang gelap dan tergenang air. Warga turut membantu, namun hingga menjelang subuh remaja tersebut belum ditemukan.
Sabtu Pagi: Wilayah Tanjungpura Terkepung Banjir Sabtu, 29 November 2025, tim rescue melanjutkan misi ke Kota Tanjungpura, Langkat, yang saat itu terisolasi banjir. Kendaraan rescue dan ambulans menembus genangan air di jalur lintas timur Sumatera. Sebuah truk pusso akhirnya membantu mengangkut peralatan untuk mencapai titik evakuasi terdalam yang masih dapat dijangkau kendaraan besar.
Situasi di Tanjungpura begitu menguras tenaga dan emosi. Tim mendapati lansia sakit yang membutuhkan pertolongan, balita kedinginan sambil menangis, hingga seorang ibu yang hendak melahirkan dalam kondisi darurat. Ambulans RELINDO bekerja tanpa henti mengantar warga ke RSU Putri Bidadari di Stabat melalui jalur yang masih terendam banjir.
Duka di Tengah Misi Kemanusiaan Sesampainya kembali di lokasi banjir, tim dihadapkan pada situasi berat: mengangkut jenazah seorang warga yang tidak memiliki keluarga pendamping. Tanpa dana dan tanpa kerabat yang dapat dihubungi, tim RELINDO membantu proses fardhu kifayah hingga jenazah dapat dimakamkan secara layak. Momen ini menjadi bagian paling mengharukan dari keseluruhan misi.
Dua Hari yang Melelahkan, Semangat Tak Padam Setelah dua hari menjalankan misi evakuasi tanpa henti, tim akhirnya kembali ke sekretariat RELINDO pada Sabtu malam. Di tengah antrean panjang BBM di Medan, para relawan pulang dengan tubuh lelah namun hati penuh harap agar semakin banyak bantuan mengalir untuk warga yang masih membutuhkan.
Dr. Achmad Siddik Thoha menyampaikan bahwa seluruh upaya ini merupakan bentuk pengabdian Fahutan USU dan RELINDO bagi masyarakat. “Allah adalah penolong yang sebenarnya. Kita hanya dibimbing untuk bergerak semampunya,” ujarnya.