Pada pergantian tahun akademik dari semester genap ke semester ganjil, mahasiswa angkatan 2021 melaksanakan kegiatan Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan (P2EH). Praktik ini merupakan mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), selain Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.
Praktik yang berlangsung selama 10 hari ini bertujuan mengenalkan ekosistem hutan kepada mahasiswa melalui kegiatan analisis vegetasi hutan, pengamatan satwa liar, identifikasi flora dan fauna termasuk hasil hutan nonkayu (HHNK), serta kajian sosial-ekonomi kehutanan.
Mahasiswa juga mendapatkan teori dan pelatihan praktik dasar hidup di hutan sebagai kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang rimbawan. Materi yang diajarkan meliputi manajemen perjalanan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), teknik survival, dan mountaineering, yang dipraktikkan langsung di lapangan.
Selama kegiatan, mahasiswa dilatih untuk merancang, melaksanakan, memonitor, dan mengevaluasi kegiatan. Hal ini bertujuan agar mahasiswa atau alumni Program Studi Kehutanan USU siap bekerja di berbagai tempat dan terbiasa hidup di alam bebas (outdoor).
Sebanyak 129 mahasiswa peserta P2EH, 22 asisten lapangan, pendamping lapangan, dosen pembimbing, serta panitia P2EH mengikuti kegiatan ini di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang berlokasi di dekat Danau Toba.
Dekan Fakultas Kehutanan USU menyampaikan bahwa mahasiswa harus serius dan menikmati kegiatan P2EH sebagai sarana belajar dunia kerja kehutanan yang sesungguhnya. Alumni Fakultas Kehutanan USU dikenal memiliki daya juang yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan berbagai lingkungan di lapangan. P2EH adalah mata kuliah wajib yang diambil mahasiswa Program Studi Kehutanan USU pada semester empat dan dilaksanakan selama 10 hari pada masa libur antara semester genap ke semester ganjil. Secara tidak langsung, P2EH mencerminkan konsep "merdeka belajar" melalui pembelajaran langsung di tingkat tapak.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Kehutanan USU, Dr. Tito Sucipto, dan Ketua P2EH, Yunus Afifuddin, M.Si., menekankan pentingnya memupuk jiwa korsa dan kekompakan kelompok. Hidup di lapangan (hutan) untuk menyelesaikan tugas praktik tidak dapat dilakukan secara individu. Oleh karena itu, diperlukan manajemen tim yang baik untuk pembagian tugas serta pemenuhan hak dan kewajiban setiap mahasiswa.