home icon
search icon
menu icon

> Berita > Ibu yang Intelek, Humble, Semangat, dan Kekinian Style: Mengenang Almarhumah Irawati Azhar, S.Hut., M.Si., Dosen Fakultas Kehutanan USU

Ibu yang Intelek, Humble, Semangat, dan Kekinian Style: Mengenang Almarhumah Irawati Azhar, S.Hut., M.Si., Dosen Fakultas Kehutanan USU

Dipublikasi Pada

31 Oktober 2022

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Ibu yang Intelek, Humble, Semangat, dan Kekinian Style: Mengenang Almarhumah Irawati Azhar, S.Hut., M.Si., Dosen Fakultas Kehutanan USU
Thumbnail Ibu yang Intelek, Humble, Semangat, dan Kekinian Style: Mengenang Almarhumah Irawati Azhar, S.Hut., M.Si., Dosen Fakultas Kehutanan USU
28 Juli 1973 – 09 Agustus 2021

Kontributor: Tito Sucipto, Hafizah Arinah, Arida Susilowati

Berbadan kecil dan langsing, berkerudung simpel, berpakaian santai, tas punggung, dan sepatu kets begitulah kesehariannya jika ke kampus. Sekilas seperti gadis remaja dan bahkan kadang disangka mahasiswa oleh orang yang baru melihatnya. Terkadang mahasiswa baru sering juga memanggil "kakak" karena postur dan gestur beliau. Itulah sahabat kami tercinta Bu Irawati Azhar, atau kami biasa menyebutnya Mbak Ira, Uni Ira, atau Bunda Ira bagi mahasiswa bimbingannya.

 

Bu Irawati Azhar merupakan salah satu dosen pegawai negeri sipil (PNS) di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara sejak tahun 2003. Bu Ira, anak Minang asli, lahir di Tanjung Keling, Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 28 Juli 1973. Ia merupakan salah satu alumni Fakultas Kehutanan IPB angkatan 28 (Angkatan tahun 1991) yang sangat dikenal oleh teman seangkatannya sebagai pribadi yang gaul, energik, dan memiliki solidaritas tinggi. Di Fakultas Kehutanan IPB inilah Bu Ira bertemu dengan kakak kelas sekaligus jodohnya, Pak Riswan Zein, anak Tanjung Balai yang merupakan salah satu gitaris band di Fakultas Kehutanan saat itu. Beliau selanjutnya menikah pada 20 September 1997 dan dikaruniai dua putra yang ganteng-ganteng dan pintar, Ahmad Fathan Rizqi Irawan dan Ariq Fariz Fakhri Irawan. Pada tanggal 24 Juli, kebahagiaan keluarga ini bertambah dengan menikahnya Bang Fathan dengan Kak Shaumi. Mengikuti jejak kedua orang tuanya, keduanya berasal dari almamater yang sama, Telkom University.

 

Dari segi akademis, Bu Ira menempuh studi sarjananya di Fakultas Kehutanan-Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun masuk 1991 dengan jalur Undangan dan mengambil minat Teknologi Hasil Hutan. Jalur undangan ini diperuntukkan bagi siswa lulusan SMA yang berprestasi dan tidak semua orang mendapatkan kesempatan emas tersebut. Dengan masuk sebagai mahasiswa IPB Fakultas Kehutanan, Bu Ira menjadi anggota baru komunitas E-28 (E simbol untuk fakultas kehutanan, dan 28 adalah tahun masuk dihitung dari tahun berdirinya IPB tahun 1963).

 

Pada tahun 1996, beliau berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya berkat kegigihan beliau dan tangan hangat kedua pembimbingnya, Dr. Ir. Edi Suhaimi Bakar, M.Agr. (sekarang Associate Professor di UPM Malaysia) dan Dr. Ir. Osli Rachman, M.S. (Peneliti Litbang Hasil Hutan Bogor). Di sela-sela kesibukan mengajar, beliau bersemangat mengikuti pendidikan magister di Program Studi Pengelolaan SDA Lingkungan di Universitas Sumatera Utara dan masuk sebagai mahasiswa angkatan 2005.

 

Pada tahun 2009, gelar M.Si pun diperolehnya berkat bantuan para pembimbing yang juga hebat, Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Erman Munir, dan Prof. Dr. Basuki Wirjosentono. Pada tahun 2015, semangat menambah ilmunya yang cukup tinggi membuat beliau melanjutkan studinya di program doktor pada program studi yang sama, dengan dibimbing oleh Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D., Dr. Agussabti, M.Sc., dan Dr. Delvian, S.P., M.P. Beliau sudah menyelesaikan tugas akhirnya, dan telah menyelesaikan ujian tertutup pada 3 September 2020. Namun takdir Allah mengharuskan beliau menghentikan pendidikan doktornya sampai tahap ini saja. Berbagai organisasi profesi seperti anggota Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (Mapeki) atau Indonesia Wood Research Society (IWoRS), Pusat Studi dan Analisis Kehutanan Sumatera JATI (Pusaka JATI), dan Lembaga Pengembangan Perhutanan Sosial Harangan (LPPS Harangan) menjadi sarana bagi Bu Ira untuk menyalurkan aspirasi keilmuannya. Pada bidang sosial-keagamaan, beliau juga merupakan donatur berbagai yayasan untuk kaum dhuafa dan lembaga tahfiz.

 

Semenjak hijrah ke Medan dan bergabung dengan Prodi Kehutanan USU, beliau banyak mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk kemajuan Fakultas Kehutanan USU. Sebagai salah satu dosen senior di Departemen Teknologi Hasil Hutan (THH) Fakultas Kehutanan USU, ide, gagasan, dan pemikirannya di kampus banyak diaplikasikan sampai saat ini. Dikenal sebagai dosen pada mata kuliah Hasil Hutan Non-Kayu (HHNK), Teknologi Serat dan Komposit, Ekonomi Umum, Manajemen Industri, dan Optimasi Pengelolaan Hasil Hutan, tak terhitung lagi berapa mahasiswa yang telah mendapatkan transfer ilmu dan berhasil beliau bimbing. Jiwa keibuan, style-nya yang kekinian, dan jiwa ringan tangannya yang tinggi membuat beliau menjadi salah satu dosen favorit di Departemen Teknologi Hasil Hutan. Kasih sayang beliau yang tulus selama menjadi dosen, menjadikan beliau bunda bagi sebagian besar mahasiswa di Fakultas Kehutanan USU.

Berita