HUMAS FAHUTAN - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) menginisiasi pembukaan Program Doktor (S3) Kehutanan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan publikasi ilmiah di bidang kehutanan. Inisiasi tersebut dibahas dalam Rapat Dewan Pertimbangan Fakultas (DPF) yang digelar pada Rabu (28/10/2026) di Ruang Rapat Fakultas Kehutanan USU.

Rapat tersebut membahas dua agenda utama, yakni inisiasi pembukaan Program Doktor (S3) Kehutanan dan rekonstruksi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Forum ini menjadi ruang untuk menghimpun pertimbangan akademik dan strategis guna memastikan kesiapan fakultas dalam mengembangkan program pendidikan doktoral yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam diskusi, para anggota DPF menilai pembukaan Program Doktor Kehutanan memiliki prospek yang baik, didukung oleh ketersediaan sumber daya akademik, termasuk jumlah profesor di lingkungan fakultas, serta kebutuhan pengembangan pendidikan kehutanan pada jenjang doktoral. Kehadiran program ini juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan dosen dan alumni yang ingin melanjutkan studi doktoral di bidang kehutanan tanpa harus menempuh pendidikan di luar Sumatera Utara.

Sejumlah aspek strategis turut menjadi perhatian, di antaranya proyeksi jumlah calon mahasiswa, pemenuhan persyaratan dosen tetap atau homebase, serta penguatan sarana dan prasarana laboratorium. Prof. Samsuri menekankan pentingnya memetakan keberlanjutan jumlah calon mahasiswa dan menyusun proposal yang meyakinkan sebagai dasar pengajuan pembukaan program kepada Senat Akademik USU.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, menyoroti pentingnya perencanaan penerimaan mahasiswa secara terukur, dengan target awal minimal 10 mahasiswa pada setiap angkatan. Ia juga menekankan perlunya membangun identitas dan keunggulan khas Program Doktor Kehutanan, disertai strategi promosi untuk menjangkau calon mahasiswa potensial.

Selain memperluas akses pendidikan doktoral, program ini dinilai berpotensi membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra internasional. Skema team teaching dan joint supervision atau pembimbingan bersama dengan akademisi luar negeri turut mengemuka sebagai alternatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan pengalaman riset mahasiswa.

Pembukaan program doktoral juga diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas dosen, peningkatan rasio mahasiswa pascasarjana terhadap keseluruhan mahasiswa, serta penguatan infrastruktur akademik. Peluang menjaring mahasiswa dari berbagai institusi dan skema beasiswa, termasuk program beasiswa yang tersedia bagi dosen, menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan program tersebut.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan akses pendidikan tinggi yang bermutu, serta SDGs 15: Ekosistem Daratan, melalui penguatan kapasitas riset dan pengembangan ilmu kehutanan untuk mendukung pelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan.