home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Kehutanan USU, Fakultas Teknik USU, dan PUI Bambu Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional Pemanfaatan Vegetasi Bambu

Fakultas Kehutanan USU, Fakultas Teknik USU, dan PUI Bambu Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional Pemanfaatan Vegetasi Bambu

Dipublikasi Pada

22 November 2023

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Fakultas Kehutanan USU, Fakultas Teknik USU, dan PUI Bambu Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional Pemanfaatan Vegetasi Bambu
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU, Fakultas Teknik USU, dan PUI Bambu Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional Pemanfaatan Vegetasi Bambu
Fakultas Kehutanan USU bersama dengan Fakultas Teknik USU dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bambu mengadakan pengabdian masyarakat internasional tentang pemanfaatan vegetasi bambu sebagai penguatan tanggul sungai

 

Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) skema Pengabdian Masyarakat Internasional ini dilaksanakan pada 25–26 Oktober 2023 di Areal Project Wings, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini diketuai oleh Novita Anggraini, M.Sc. dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) USU dan berkolaborasi dengan Dr. Rahmi Karolina dari Fakultas Teknik  USU dan PUI Bambu.
 

Sementara mitra kolaborasi luar negeri yang ikut dalam kegiatan ini, Dr. Rangabhasyiam Selvasembian dari SRM University, India dan Dr. Lee Sheng Hua dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Selain kedua mitra, peserta yang ikut dalam kegiatan abdimas internasional ini adalah dosen-dosen dari Fakultas Kehutanan USU, diantaranya, Prof. Dr. Agus Purwoko, Dr. Nelly Anna, Dr. Ma’rifatin Zahra, Dr. OK Hasnanda Syahputra, Dwi Endah Widyastuti, M.Si., Ridahati Rambey, M.Si., dan dosen-dosen dari Fakultas Teknik USU, diantaranya, Dr. Ar. Achmad Delianur Nasution dan Ir. Hilma Tamiami Fachrudin., Ph.D serta mahasiswa/i dari Fakultas Kehutanan USU, Fakultas Teknik USU, SRM University, dan Universiti Teknologi MARA.
 

Dikatakan oleh ketua tim kegiatan pengabdian masyarakat dari Fakultas USU, Novita Anggraini, M.Sc, kepada Waspada, Selasa (21/11), Abdimas Internasional ini  mengusung tema “Konservasi Pinggir Sungai dengan Pemanfaatan Vegetasi Bambu sebagai Penguat Tanggul”. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi dan pelatihan tentang potensi bambu sebagai tanaman konservasi tanggul sungai, serta pendampingan dan penanaman bambu secara langsung di areal tanggul sungai sebagai upaya mitigasi banjir bandang di Bukit Lawang.
 

“Bambu menjadi pilihan jenis vegetasi untuk konservasi tanggul sungai karena memiliki akar yang dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya banjir. Sebagai tambahan informasi, semua jenis bambu dapat dimanfaatkan sebagai penahan erosi karena memiliki sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat,” jelasnya.
 

Menurut Novita, jenis bambu yang ditanam merupakan jenis bambu betung dan bambu hitam.  Berdasarkan penelitian Putro, Jumari, dan Murningsih (2014), bambu betung yang memiliki nama latin Dendrocalamus asper, memiliki rumpun yang agak sedikit rapat, warna batang hijau kekuning-kuningan, dan berukuran lebih besar dan lebih tinggi dari jenis bambu yang lain. Tinggi batang bambu betung bisa mencapai 20 meter dengan ruas cukup panjang dan tebal. Bambu betung memiliki batang yang keras sehingga baik untuk bahan bangunan.
 

Selain sebagai pencegah erosi dan banjir, bambu betung juga dapat dimanfaatkan untuk saluran air, penampung air aren yang disadap, dinding rumah yang dianyam (gedhek atau bilik), dan berbagai jenis barang kerajinan. Sementara bambu hitam yang memiliki nama latin Gigantochloa atroviolacea, berumpun lebih renggang dan berwarna hijau kehitaman. Pertumbuhan bambu hitam agak lambat dan buluhnya tegak bisa mencapai tinggi 20 meter. Selain sebagai pencegah erosi dan banjir, jenis bambu ini sangat baik untuk dibuat alat musik.
 

Dilanjutkan Prof. Dr. Agus Purwoko selaku Wakil Dekan III Fakultas Kehutanan yang membidangi Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerja Sama, abdimas internasional ini perlu dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan.
 

“Kegiatan ini juga memiliki potensi kolaborasi dengan mitra USU yang ada di luar negeri dalam rangka membangun dan merestorasi potensi sumber daya alam yang telah terdegradasi, khususnya yang ada di Sumatera Utara,” paparnya.
 

Sumber:  https://www.waspada.id/medan/fakultas-kehutanan-usu-fakultas-teknik-usu-dan-pui-bambu-gelar-pengabdian-masyarakat-internasional-pemanfaatan-vegetasi-bambu/

Berita