home icon
search icon
menu icon

> Berita > ECOWPOT: Inovasi Mahasiswa USU Hadirkan Pot Biodegradable Avicennia untuk Atasi Abrasi dan Sampah Plastik di Desa Tanjung Rejo

ECOWPOT: Inovasi Mahasiswa USU Hadirkan Pot Biodegradable Avicennia untuk Atasi Abrasi dan Sampah Plastik di Desa Tanjung Rejo

Dipublikasi Pada

31 Oktober 2025

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

ECOWPOT: Inovasi Mahasiswa USU Hadirkan Pot Biodegradable Avicennia untuk Atasi Abrasi dan Sampah Plastik di Desa Tanjung Rejo
Thumbnail ECOWPOT: Inovasi Mahasiswa USU Hadirkan Pot Biodegradable Avicennia untuk Atasi Abrasi dan Sampah Plastik di Desa Tanjung Rejo
Mahasiswa USU mengembangkan ECOWPOT, pot biodegradable berbahan kotoran lembu dan serutan bambu, sebagai solusi pengganti polybag plastik untuk pembibitan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat pesisir.

HUMAS FAHUTAN - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui inovasi ECOWPOT, Pot Biodegradable berbahan dasar kotoran lembu dan serutan bambu. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan abrasi pantai, banjir rob, serta pencemaran plastik yang dihadapi masyarakat pesisir.


Inovasi Ecowpot diusung oleh tim yang diketuai oleh Miduk Sitanggang bersama Elsa Manora, Salomo Bobby Fernando Sihombing, Nur Lestari Gea, dan Riska Ameliah, dengan bimbingan Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc. dari Fakultas Kehutanan USU. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian kepada Masyarakat, tim ini melaksanakan kegiatan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Selama ini, masyarakat pesisir masih mengandalkan polybag plastik sekali pakai dalam pembibitan mangrove. Meskipun praktis, polybag sulit terurai dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Di sisi lain, kotoran lembu dan serutan bambu yang banyak tersedia di sekitar desa sering kali terbuang tanpa dimanfaatkan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim PKM USU menghadirkan Ecowpot sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat terurai secara alami serta memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman.


Ecowpot bukan hanya sekadar pot, tetapi solusi yang menyatukan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang dianggap masalah bisa diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujar Miduk Sitanggang, Ketua Tim Ecowpot.

 


Program ini juga melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Tanjung Rejo, yang dilatih dalam pembuatan Ecowpot mulai dari pengumpulan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga pengeringan. Hasilnya, para peserta kini mampu memproduksi pot biodegradable secara mandiri. Pot tersebut kemudian digunakan untuk pembibitan mangrove Avicennia marina, yang menjadi langkah nyata dalam rehabilitasi pesisir dan pengendalian abrasi.


Dosen pendamping tim, Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc., mengapresiasi semangat mahasiswa yang mampu menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak luas.

 

Mahasiswa USU menunjukkan bahwa kreativitas dapat lahir dari permasalahan sehari-hari. Ecowpot menjadi bukti bahwa pendekatan ilmiah bisa diterapkan untuk memberikan solusi nyata sekaligus memberdayakan komunitas lokal,” ujarnya.


Tim Ecowpot berharap inovasi ini dapat menjadi langkah awal menuju gerakan pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan pesisir yang lebih luas.


Kami percaya, perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Semoga Ecowpot menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutup mereka.

Berita