home icon
search icon
menu icon

> Berita > Populasi Pohon Penting di Pulau Mursala Kian Terancam, Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) Melaksanakan Kolaborasi dengan Fakultas Kehutanan USU sebagai Upaya Pelestarian

Populasi Pohon Penting di Pulau Mursala Kian Terancam, Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) Melaksanakan Kolaborasi dengan Fakultas Kehutanan USU sebagai Upaya Pelestarian

Dipublikasi Pada

08 Maret 2024

Dipublikasi Oleh

Anonymous Writer

Populasi Pohon Penting di Pulau Mursala Kian Terancam, Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) Melaksanakan Kolaborasi dengan Fakultas Kehutanan USU sebagai Upaya Pelestarian
Thumbnail Populasi Pohon Penting di Pulau Mursala Kian Terancam, Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) Melaksanakan Kolaborasi dengan Fakultas Kehutanan USU sebagai Upaya Pelestarian
Sebagai bentuk pengayaan, pelatihan dengan topik “Metode Survey Pohon Langka dan Pengenalan Pohon Langka di Pulau Mursala” dilakukan di Kampus Fakultas Kehutanan USU pada 7-8 Maret 2024 dengan narasumber Dr. Iyan Robiansyah, S.Si., M.Sc. dari BRIN beserta tim, serta narasumber lain yang berasal dari Universitas Samudra dan FPLI.

 

 

Pulau Mursala merupakan salah satu pulau yang menyimpan keindahan alam yang amat mempesona, di mana salah satu keunikannya adalah air terjun yang langsung mengalir ke lautan. Di Indonesia, air terjun ini merupakan satu-satunya air terjun yang langsung mengalir ke laut. Karena keunikan dan keindahannya, air terjun Pulau Mursala dipilih sebagai salah satu lokasi syuting film King Kong karya Peter Jackson pada tahun 2005. Tidak hanya itu, pada tahun 2013 film yang berjudul Mursala diproduksi secara khusus.

 

Di samping keindahan alamnya yang memukau, Pulau Mursala juga menjadi habitat berbagai spesies pohon penting. Tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa spesies pohon yang hidup di Pulau Mursala telah tercatat sebagai pohon langka yang tengah menghadapi ancaman kepunahan. Penurunan populasi secara signifikan di berbagai kawasan hutan telah meminimalisir habitat alami yang tersisa sehingga tidak menutup kemungkinan pulau mursala menjadi “rumah terakhir” bagi berbagai spesies pohon langka di dalamnya. Berdasarkan hasil penelitian pada Biodiversitas Journal of Biological Diversity (2018), Pulau Mursala dikenal sebagai satu-satunya habitat Dipterocarpus cinereus, yang dianggap telah punah pada tahun 2010.

 

Keberadaan pohon langka yang kian memprihatinkan telah mengundang berbagai pihak untuk segera melakukan upaya pelestarian. Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) menjadi salah satu pihak yang tergugah untuk melakukan pelestarian pohon langka secara berkelanjutan di Pulau Mursala dengan berkolaborasi dengan Fakultas Kehutanan USU, di mana salah satu program kerja sama yang diusung adalah eksplorasi pohon langka di Sumatera Utara, dengan lokasi spesifik di Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

 

 

Sebagai bentuk pengayaan, pelatihan dengan topik “Metode Survey Pohon Langka dan Pengenalan Pohon Langka di Pulau Mursala” dilakukan di Kampus Fakultas Kehutanan USU pada 7–8 Maret 2024 dengan narasumber Dr. Iyan Robiansyah, S.Si., M.Sc. dari BRIN beserta tim, serta narasumber lain yang berasal dari Universitas Samudra dan FPLI. Sebanyak 10 mahasiswa Prodi Kehutanan USU yang akan melakukan penelitian skripsi dengan topik pohon langka di Pulau Mursala juga diundang sebagai peserta.

 

 

 

 

Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Kehutanan USU, Dr. Ir. Alfan Gunawan Ahmad, S.Hut., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Alfan menyatakan dukungan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak dalam melestarikan spesies pohon langka di Pulau Mursala. Beberapa pengelola kampus dan dosen juga turut hadir dalam pelaksanaan pelatihan, di antaranya, Wakil Dekan 3 Fakultas Kehutanan USU Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si, Ketua Prodi Kehutanan USU Dr. Ir. Tito Sucipto, S.Hut., M.Si, Manajer Kerja Sama Global USU Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si, Staf Ahli Dekan Dr. Nelly Anna, S.Hut., M.Si dan Novita Anggraini, S.Hut., M.Sc, Kepala Laboratorium Konservasi Sumber Daya Hutan (KSH) USU Ridahati Rambey, S.Hut., M.Si., dan Prof. Dr. Apri Heri Iswanto, S.Hut., M.Si.

Berita