home icon
search icon
menu icon

> Berita > Fakultas Kehutanan USU dan FPLI Perkuat Kolaborasi Konservasi Pohon Langka Pulau Mursala

Fakultas Kehutanan USU dan FPLI Perkuat Kolaborasi Konservasi Pohon Langka Pulau Mursala

Dipublikasi Pada

09 Mei 2026

Dipublikasi Oleh

Wanda Afnes Rahmatika, S.Hut

Fakultas Kehutanan USU dan FPLI Perkuat Kolaborasi Konservasi Pohon Langka Pulau Mursala
Thumbnail Fakultas Kehutanan USU dan FPLI Perkuat Kolaborasi Konservasi Pohon Langka Pulau Mursala
Fakultas Kehutanan USU bersama Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) memperkuat kolaborasi konservasi pohon langka Pulau Mursala melalui program riset, edukasi, penanaman, dan pengembangan pusat kajian konservasi berbasis ilmiah yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

HUMAS FAHUTAN - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati melalui pertemuan strategis bersama Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) dalam program Rare Tree Initiative Indonesia. Pertemuan tersebut membahas pengembangan program konservasi pohon langka, endemik, dan terancam punah di Pulau Mursala, Sumatera Utara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., Staf Ahli Dekan Bidang Kerja Sama, Dr. Nelly Anna, S.Hut., M.Si., serta perwakilan Forum Pohon Langka Indonesia, Mokhamad Nur Zaman, S.Si., M.Ling. dan Sabrina, S.Hut.

Dalam pemaparannya, FPLI menyampaikan bahwa selama delapan tahun terakhir organisasi tersebut berfokus pada pelestarian pohon langka melalui edukasi, penelitian, kolaborasi, dan aksi konservasi. Hingga tahun 2025, tercatat lebih dari 1.800 pohon langka, endemik, dan terancam punah telah ditanam dengan melibatkan lebih dari 222 anggota dari seluruh Indonesia serta lebih dari 100 lembaga kolaborator.

Kolaborasi antara FPLI dan Fakultas Kehutanan USU juga telah berjalan aktif melalui berbagai kegiatan akademik dan konservasi, seperti pelatihan identifikasi pohon, Focus Group Discussion (FGD), kegiatan penanaman pohon di lingkungan kampus, program MBKM, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan program konservasi pohon langka Pulau Mursala. Berdasarkan hasil survei biodiversitas, Pulau Mursala diketahui memiliki kekayaan flora yang sangat tinggi, termasuk 39 jenis Dipterocarpaceae. Selain itu, eksplorasi terbaru juga menemukan sejumlah spesies baru seperti Begonia mursalaensis, Hanguana sp., dan Cyrtodactylus sp. yang semakin memperkuat pentingnya upaya konservasi kawasan tersebut.

Dalam rencana program tahun 2026, FPLI bersama USU dan para pemangku kepentingan di Sumatera Utara akan melaksanakan berbagai agenda strategis, antara lain pembangunan nursery pohon langka, pengumpulan bibit, monitoring plot permanen, survei lokasi tanam, asesmen sosial-ekonomi masyarakat, hingga pelaksanaan tanam pohon langka serentak. Selain itu, akan dilakukan penyusunan dokumen dan protokol konservasi berbasis data ilmiah dan pengetahuan lokal sebagai acuan teknis pelaksanaan konservasi di lapangan.

Fakultas Kehutanan USU juga merencanakan penguatan pusat kajian pohon langka melalui pengembangan rumah bibit, penelitian perkecambahan jenis langka, program MBKM dan beasiswa skripsi, praktisi mengajar, serta pengembangan laboratorium kultur jaringan. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan mitra industri, juga menjadi bagian penting dalam memperluas dukungan terhadap aksi konservasi pohon langka di Sumatera Utara.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Kehutanan USU menunjukkan peran aktif sebagai institusi akademik dalam mendukung konservasi berbasis riset, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 (Climate Action), poin 15 (Life on Land), poin 17 (Partnerships for the Goals), serta poin 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kelestarian spesies pohon langka Indonesia, khususnya di Pulau Mursala.

Berita