HUMAS FAHUTAN – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Sc., melaksanakan survei biodiversitas di Desa Laut Tador dan Desa Tanjung Prapat, Kabupaten Batu Bara, pada 5–6 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Impact Assessment Program National Initiatives for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS) untuk mendukung pengumpulan data keanekaragaman hayati sebagai dasar evaluasi dampak program.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Anita Zaitunah berperan sebagai salah satu anggota tim pelaksana pekerjaan pengembangan metodologi standar untuk pengukuran dampak Program NISCOPS. Survei dilakukan dengan menelusuri kawasan desa, mengidentifikasi keberadaan biodiversitas, serta mengeksplorasi potensi keanekaragaman hayati yang terdapat di wilayah kajian.

Pelaksanaan survei turut didampingi oleh para pemangku kepentingan setempat dan mahasiswa Magister Kehutanan USU. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengumpulan data lapangan yang relevan dan memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan penelitian serta penilaian dampak program.

Data biodiversitas yang dihimpun diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam pengembangan metodologi pengukuran dampak NISCOPS. Ketersediaan data yang memadai menjadi langkah penting untuk memahami kondisi keanekaragaman hayati di wilayah kajian sekaligus mendukung penyusunan rekomendasi yang berbasis bukti ilmiah.

Bagi Fakultas Kehutanan USU, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan di tingkat tapak. Melalui kegiatan survei lapangan, pengembangan kapasitas akademik berjalan beriringan dengan upaya mendukung pelestarian biodiversitas dan penguatan praktik perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15: Ekosistem Daratan, melalui dukungan terhadap upaya perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan setempat dalam mendukung penelitian dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.